skip to main content

Analisis Pengelolaan Obat Pasien BPJS Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang

*Devina Eirene Mendrofa  -  Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum, Indonesia
Chriswardani Suryawati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract


Bertambah banyaknya pasien BPJS menyebabkan rumah sakit harus mengatur efisiensi pengeluaran untuk pasien BPJS agar keuangan rumah sakit dapat berjalan dengan baik. Pengelolaan obat BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum mengalami kendala sehingga perlu dianalisa penyebab permasalahan pengelolaan obat BPJS dan bagaimana kebijakan rumah sakit dalam mengatasi permasalahan pengelolaan obat pasein sehingga penggeluaran biaya pasien BPJS tidak membengkak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian 1 direksi, 1 kepala instalasi farmasi, 1 petugas gudang, 1 tim verifikator, dan 4 orang petugas farmasi. Variabel penelitian ini adalah perencanaan obat, pengadaan obat, pendistribusian obat, pengendalian obat dan kebijakan rumah sakit. Analisis data yang digunakan content analysis yaitu pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan obat sesuai dengan formularium rumah sakit dan fornas, perencanaan dan pengadaan berdasarkan ROP, dalam instalasi farmasi tidak membuat RPO (Rencana Pengadaan Obat), dan tidak melakukan pengelolaan persediaan dengan cara VEN-ABC. Obat BPJS memiliki lead time lebih lama dibanding obat reguler, sehingga perhitungan ROP obat BPJS dan reguler harus terpisah. Kepatuhan dokter menulis resep sesuai fornas BPJS belum 100%. Pemberian obat BPJS di rumah sakit panti wilasa citarum sesuai fornas. Direksi menentukan pemberian obat diluar fornas yang diresepkan dokter dengan mempertimbangkan apakah pasien memang membutuhkan obat tersebut dan adanya alternatif obat pengganti lain yang masuk BPJS, dan dengan melihat harga obat.Rumah sakit mengatasi perbedaan harga obat adalah dengan penghematan di bagian lain yaitu dengan mengefisienkan pengobatan, BHP, pemakaian alkes yang lebih murah. Penelitian ini merekomendasikan beberapa saran yaitu bagi rumah sakit agar membuat RKO, melakukan perhitungan analisa VEN-ABC, membuat sistem ROP baru untuk obat BPJS, dan membuat pedoman ketetapan untuk pemberian obat pasien BPJS yang diluar fornas.

Fulltext View|Download
Keywords: Perencanaan Obat; Pengadaan Obat; Pendistribusian Obat; Pengendalian Obat; Kebijakan Rumah Sakit; Drug Planning; Drug Supplying; Drug Distribution; Drug Controlling; A Hospital’s Policy

Article Metrics:

  1. BPJS. Pedoman Umum Tata Kelola yang Baik BPJS Kesehatan. 2014
  2. Depkes RI. Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. 2014
  3. KepMenKes RI No. 1197/Menkes/SK/2004. Standar Pelayanan Rumah Sakit
  4. Dirjen Bina Kefarmasian dan alat Kesehatan. Jaminan Kesehatan dan Ketersediaan Obat. Infarkes buletin edisi II maret-Mei 2015
  5. Lyombe, T.H., Analysis of Medicines Expenditures and Pharmaceutical Inventory Control Management at Muhimbili National Hospital (Disertasi). 2013
  6. Quick D. Jonathan. Managing Drug Supply (2nded). Management Sciences for Health. USA: Kumarian Press; 1997
  7. Dirjen Bina Kefarmasian dan alat Kesehatan. Kebijakan Kefarmasian dan Alkes di Era JKN menurut UU no 23 tahun 2014. Pertemuan Policy Dialogue Jakarta, 5 Mei 2015
  8. Djasri, Hanevi. Peran Clinical Pathways dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional Bidang Kesehatan. Workshop INA-CBG, diselenggarakan IMRS-PERSI, 3-4 Juli 2013
  9. Dirjen Bina Kefarmasian dan alat Kesehatan. Pedoman Pelayanan Farmasi yang Baik. 2011
  10. Anief, Moh. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Jakarta: Universitas Indonesia Press; 2003

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-11-30 12:13:33

  1. The influence of doctors and patients’ perception on the drugs availability in the hospital during the era of national health insurance

    Satibi S.. European Journal of Molecular and Clinical Medicine, 7 (7), 2020.