Dampak Pemberian Biskuit pada Ibu Hamil Berisiko Kekurangan Energi Kronis terhadap Kadar Hemoglobin

*Sairuroh Sairuroh -  Alumni Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 May 2019; Published: 15 May 2019.
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research article
Language: ID
Full Text:
Statistics: 42 13
Abstract
ABSTRAK
Latar belakang: Pada 2016 penyebab Angka Kematian Bayi tertinggi di Kabupaten Tegal adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Salah satu penyebab BBLR adalah kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Program pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil merupakan upaya untuk mencegah BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PMT pada ibu hamil berisiko KEK terhadap kadar hemoglobin saat akan melahirkan.
Metode: Desain penelitian kuasi eksperimen. Subyek penelitian 51 ibu hamil berisiko KEK (Lingkar Lengan Atas <23,5cm) dari keluarga miskin (perlakuan) yang mendapat PMT dan 51 ibu hamil berisiko KEK non keluarga miskin sebagai kontrol. PMT berupa 5 keping biskuit/hari dari Kemenkes RI yang diberikan selama 90 hari. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur dan pengukuran kadar Hemoglobin yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan General Linear Model.
Hasil: Peningkatan kadar hemoglobin kelompok perlakuan (1,29 ±0,76 g/dl) lebih tinggi (p=0,032) daripada kelompok kontrol (0,97±0,75 g/dl). Tingkat kecukupan energi (TKE) kelompok kontrol (67,6±10,7%) lebih tinggi (p=0,003) dari TKE kelompok perlakuan (60,4±13,3%), Tingkat kecukupan protein (TKP) kelompok perlakuan (96,4±30,4%) lebih tinggi (p=0,015) dari pada kelompok kontrol (83,6±20,97%). Setelah dikontrol TKE, PMT biskuit meningkatkan kadar hemoglobin ibu (p=0,005).
Simpulan: PMT biskuit pada ibu hamil berisiko KEK meningkatkan kadar Hemoglobin pada saat akan melahirkan.
Keywords
Kata kunci : Pemberian Makanan Tambahan, Biskuit, Kadar Hemoglobin, Ibu hamil, Risiko KEK

Article Metrics:

  1. Dinkes Kabupaten Tegal. Profil Kesehatan
  2. Kabupaten Tegal Tahun 2015. Slawi: 2016.
  3. Soemantri AG,Triasih S.(Ed.).Anemia
  4. Defiesiensi besi: epidemiology and cognitive in
  5. children with iron deficiency anemia.
  6. Yogyakarta; Medika Fakultas Kedokteran UGM;
  7. Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Petunjuk
  8. Tekhnis Pemberian Makanan Tambahan ibu
  9. hamil. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik
  10. Indonesia; 2010
  11. Keputusan Kementerian Kesehatan Republik
  12. Indonesia, nomor 899/Menkes/SK/X) 2009
  13. Spesifikasi Teknis Makanan Tambahan Balita 2-
  14. tahun, anak usia sekolah dasar dan ibu hamil
  15. di unduh 20 Januari 2017.
  16. Kementrian Kesehatan. Pedoman pemantauan
  17. Wilayah setempat kesehatan Ibu dan Anak
  18. Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Jakarta: 2010
  19. Dinkes Kabupaten Tegal. Rencana Strategis
  20. Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal tahun 2014-
  21. Slawi; 2015
  22. Agustin Efrinita. Hubungan Antara Asupan
  23. Protein dengan Kekurangan Energi Kronis
  24. (KEK) pada ibu hamil di Kecamatan Jebres
  25. Surakarta. karyatulis ilmiah; Program Studi DIV
  26. Kebidanan Fakultas Kedokteran.Universitas
  27. Sebelas Maret: Surakarta; 2010
  28. Dinkes Kab Tegal. Juknis Pemberian Makanan
  29. Tambaha Dinas Kesehatan kabupaten Tegal
  30. Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal: Slawi;
  31. Jonathan S, Metode Penelitian Kuantitatif dan
  32. Kualitatif , Yogyakarta PT Graha Ilmu : 2006
  33. Sudigdo s, Sofyan Ismail Dasar –Dasar
  34. Metodologi Penelitian Klinis, edisi ke-4 2011
  35. Dinkes Kabupaten Tegal, Profil Kesehatan
  36. Kabupaten Tegal Tahun 2016. Slawi; 2017.
  37. Zeng L, Dibley MJ, Cheng Y, Dang S, Chang S,
  38. KongL, Yan H. Impact of micronutrient
  39. supplementation during pregnancy on birth
  40. weight, duration of gestation,and perinatal
  41. mortality in rural western China: double blind
  42. cluster randomised controlled trial. BMJ 2008;33
  43. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Ranuh
  44. ING, editor, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
  45. EGC; 1995.
  46. Adriani M, Wirjatmai B. Peranan gizi dalam
  47. siklus kehidupan . Jakartra: Kencana Prenada
  48. Media Group; 2012.
  49. UNICEP Indonesia . Gizi ibu dan Anak.
  50. Ringkasan kajian UNICEF Indonesia. Available
  51. from: URL:
  52. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi Jakarta:
  53. Gramedia Pustaka Utama; 2010.
  54. N A Taslim, dkk. Pengaruh Pemberian
  55. Makanan Tambahan dan Tablet Besi Terhadap
  56. Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Yang Menderita
  57. Kurang Energi Kronik Di Kabupaten Takalar,
  58. Sulawesi selatan. Jurnal Med Nus: 26; 2005;
  59. (24-29)
  60. Maria N, Gracia- Casal, Jose Ramirez, Irene
  61. Leets, Ana C Pereira, Maria F Qquiroga. High
  62. Iron Content and Biovailability in Humans from
  63. Four Spesies of Marine Algae. The Journal of
  64. Nutrition, 2007;137: 2691-2695.jn.nutrition,org
  65. [diakses: 5 maret 2018].
  66. WHO. Promoting Optimal Fetal Development
  67. Report of a Technical Consultation. Geneva:
  68. World Health Organization; 2006
  69. Achadi, EL et al. Pengukuran Status Gizi Ibu
  70. Hamil dan Ibu Menyusui dengan Metoda
  71. Antropometri. Nutrire Diaita; 2008; vol 1; no
  72. ;49-76.
  73. Chandradewi, A, ASP. Pengaruh Pemberian
  74. Makanan Tambahan Terhadap Peningkatan
  75. Berat Badan Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja
  76. Puskesmas Labuan Lombok. Jurusan Gizi:
  77. Poltekkes Mataram; Vol 1: 1396- 1397.