skip to main content

Kajian Pengaruh Faktor Pekerjaan dan Faktor Pekerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Perawat Rumah Sakit di Indonesia

*Santi Ambri  -  Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang|Universitas Andalas, Indonesia
Taufiq Ihsan  -  Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang|Universitas Andalas, Indonesia
Resti Ayu Lestari  -  Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang|Universitas Andalas, Indonesia
Open Access Copyright 2022 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Latar belakang: Kelelahan kerja adalah suatu kondisi melemahnya kegiatan, motivasi, dan kelelahan fisik untuk melakukan kerja. Kecelakaan kerja 50% berasal dari kontribusi kelelahan kerja. Salah satunya terjadi pada perawat rumah sakit di Indonesia. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor pekerjaan (shift kerja, beban kerja dan stres kerja), faktor pekerja (usia dan masa kerja) dan faktor lingkungan kerja (debu, cahaya, bising dan suhu). Pada kajian ini faktor yang akan dibahas yaitu faktor pekerjaan dan faktor pekerja. Kedua faktor tersebut memberikan dampak terhadap kemampuan fisik dalam melakukan pekerjaan sehingga berdampak terhadap kelelahan kerja.  Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kelelahan kerja pada perawat rumah sakit di Indonesia.

Metode: Metodologi kajian yang digunakan dalam kajian ini adalah literature review atau kajian literatur, yakni kajian yang dilakukan melalui pengumpulan data yang bertujuan dengan obyek kajian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan, kemudian membandingkan hasil dari masing-masing data kajian yang didapatkan. Selanjutnya Analisis tingkat kelelahan kerja yang paling berpengaruh dan signifikan dari semua data jurnal yang mewakili menggunakan uji analisis One Way Anova.

Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dikaji, faktor utama yang berpengaruh terhadap terjadinya  kelelahan kerja tinggi yang disebabkan oleh faktor pekerjaan adalah tingkat beban kerja yang tinggi. Alasan dijadikan faktor paling berpengaruh penyebab terjadinya kelelahan karena dari hasil keseluruhan jurnal yang dikaji beban kerja merupakan terbanyak yang menghasilkan kelelahan kerja tinggi pada perawat rumah sakit. Analisis tingkat kelelahan kerja yang paling berpengaruh dan signifikan dari semua data jurnal yang mewakili menggunakan uji analisis One Way Anova. Hasil analisis tingkat kelelahan kerja menggunakan uji analisis One Way Anova didapatkan tingkat kelelahan rendah sebesar 39,5360 %, tingkat kelelahan kerja sedang sebesar 42,6140 % dan tingkat kelelahan kerja tinggi sebesar15,8040 %. Sehingga didapatkan kesimpulan tingkat kelelahan kerja yang paling mendominasi berada pada tingkat kelelahan kerja sedang. Hasil analisis One Way Anova didapatkan nilai p-value sebesar 0,011 < 0,05 berarti rata-rata ketiga tingkat kelelahan tersebut berbeda secara signifikan.

Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja perawat berada pada faktor pekerjaan adalah beban kerja. Hasil kajian literatur yang dilakukan kategori kelelahan yang terjadi rata-rata berada pada kategori kelelahan sedang. Faktor penyebab terjadinya tingkat kelelahan kerja sedang antara lain disebabkan oleh beban kerja.

Kata kunci: : Kelelahan kerja, rumah sakit, perawat, Indonesia, Literatur.

Background: Work fatigue is a condition of weakening activities, motivation, and physical fatigue to do work. 50% of work accidents come from the contribution of work fatigue. One of them occurs in hospital nurses in Indonesia. Fatigue can be caused by several factors, including work factors (work shifts, workload and work stress), worker factors (age and working period) and work environment factors (dust, light, noise and temperature). In this study, the factors that will be discussed are the work factor and the worker factor. Both of these factors have an impact on physical ability to do work so that it has an impact on work fatigue. This literature review aims to analyze the factors that cause work fatigue in hospital nurses in Indonesia.

Method: The study methodology used in this study is a literature review or literature review, namely a study carried out through data collection aimed at the object of study or data collection that is library in nature, then comparing the results of each study data obtained. Furthermore, the analysis of the most influential and significant level of work fatigue from all representative journal data uses the One Way Anova analysis test.

Result: Based on the research that has been studied, the main factor that influences the occurrence of high work fatigue caused by work factors is a high level of workload. The reason for being the most influential factor causing fatigue is because from the overall results of the journals studied, the workload is the most that results in high work fatigue in hospital nurses. The analysis of the most influential and significant level of work fatigue from all representative journal data uses the One Way Anova analysis test. The results of the analysis of the level of work fatigue using the One Way Anova analysis test obtained a low level of fatigue of 39.5360%, a moderate level of work fatigue of 42.6140% and a high level of work fatigue of 15.8040 %. So that it can be concluded that the most dominating level of work fatigue is at a moderate level of work fatigue. The results of the One Way Anova analysis obtained a p-value of 0.011 <0.05, meaning that the average of the three levels of fatigue was significantly different.

Conclusion: The most influential factor on nurses' work fatigue is the work factor is workload. The results of the literature review conducted on the fatigue category that occurs on average are in the moderate fatigue category. Factors causing the level of work fatigue are among others caused by workload.

 

Keywords: Work fatigue; hospital; nurse; Indonesia; literature

Fulltext View|Download
Keywords: Kelelahan kerja; rumah sakit; perawat; Indonesia; literatur

Article Metrics:

  1. Daryanti, D.O. , Kawi & Ratna M. 2014. Perbedaan tingkat sress kerja shift pagi dan shift siang pada perawat. Kendal: Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  2. Detik Finance. 2018. Angka Kecelakaan Kerja RI Meningkat Ke 123 Ribu Kasus di 2017 diakses pada tanggal 12 April 2020 dari https:m.detik.com
  3. Detik Finance. 2020. Ada 77.295 Kasus Kecelakaan Kerja di 2019 diakses pada tanggal 12 April 2020 dari https:m.detik.com
  4. Dewi, A.C., Agus S. & Adi H. S. 2016. Stres Kerja, Usia, dan Lama Layanan dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada
  5. Haryanto, W.C & Elsye, M. R. 2014. Pengaruh Beban Kerja dan Kelelahan Perawat Terhadap Perawatan Infus di Ruang Perawatan Kelas III RSUD Sukoharjo. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  6. Hidayatullah, R. & Sri H. 2015. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Karyawan Studi Pada Perawat di PKU Muhammadiyah Unit II. Yogyakarta: Program Studi Manajemen Fakultas EkonomUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta
  7. Juniar, H.H., Rahmaniyah D. A. & Irwan I. 2017. Analisis Sistem Kerja Shift Terhadap Tingkat Kelelahan Dan Pengukuran Beban Kerja Fisik Perawat RSUD Karanganyar. Surakarta : Program Teknik Industri Universitas Sebelas Maret
  8. Maharja, R. 2015. Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Beban Kerja Fisik Perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Surabaya. Surabaya: PT. Kimia Farma Tbk
  9. Maurits L S K dan Widodo I D. 2008. Faktor dan Penjadwalan Shift Kerja. Teknoin Vol. 13. No. 2:11-12 ISSN:0853-896
  10. Maurits, L. S K. 2011. Selintas Tentang Kelelahan Kerja.Yogyakarta: Amara Books
  11. Mayasari, A. 2011. Perbedaan Tingkat Kelelahan Perawat Wanita. Semarang : Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
  12. Occupational Safety and Health Administration. Worker Safety in Your Hospital. Washingto DC: Occupational Safety and Health Administration; 2013
  13. Perwitasari, D. 2014. Faktor yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Subyektif Pada Perawat di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety , Health and Environment, Vol. 1, No. 1 Jan-April 2014: 15-23. Malang : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
  14. Perwitasari, D & Tualeka, A. R. 2017. Faktor yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Subyektif Pada Perawat di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety , Health and Environment, Vol. 6, No. 3 Sept-Desc 2017: 365-373. Malang : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
  15. Romadhoni, R. D & Widodo J. P. 2016. Beban Kerja Obyektif Tenaga Perawat di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
  16. Setyawati, L. 2010. Selintas tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Amara Books
  17. Setyawati, L. 2011. Selintas tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Amara Books
  18. Yestiana, Y., Tri, K., Abdul, A., A., H. 2019. Predictors of burnout in nurses working in inpatient rooms at a public hospital in Indonesia: Pan African Medical Journal. Surabaya: Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Surabaya

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.