skip to main content

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara pada Santriwati Pondok Pesantren di Kecamatan Mijen Kota Semarang Tahun 2021

*Hanum Rahma Maulidia  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Priyadi Nugraha Prabamurti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Ratih Indraswari  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2022 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan wanita di Indonesia, sehingga upaya deteksi dini perlu dilakukan salah satunya dengan SADARI. SADARI merupakan deteksi dini kanker payudara mandiri yang dianjurkan untuk dilakukan remaja putri secara rutin sejak umur 12 tahun. Sebagai salah satu representatif remaja putri Indonesia, santriwati dipilih menjadi objek penelitian untuk mengetahui hubungan bagaimana karakteristik santriwati (umur, riwayat kanker payudara dalam keluarga, pengetahuan), persepsi kerentanan serta keseriusan terhadap kanker payudara dan SADARI dapat mempengaruhi santriwati untuk menerapkan praktik SADARI. Adanya kecenderungan dalam mengkonsumsi makanan yang kurang sehat juga meningkatkan risiko terhadap kanker payudara. Penelitian ini berfokus pada santriwati Kecamatan Mijen.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah santriwati pondok sesuai kriteria inklusi sebanyak 166 orang. Pengumpulan data menggunakan angket kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square signifikansi 5%

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,6% responden memiliki praktik SADARI kategori baik. Responden yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga (p=0,048), pengetahuan SADARI baik (p= 0,0001), memiliki persepsi kerentanan (p=0,020), serta persepsi keseriusan (p=0,001) terhadap kanker payudara, lebih baik dalam melakukan praktik SADARI.

Simpulan: Praktik SADARI santriwati sebagian besar sudah berkategori baik. Hal tersebut didukung dengan memiliki pengetahuan, persepsi kerentanan, dan persepsi keseriusan yang baik dan adanya riwayat kanker payudara dalam keluarga. Diharapkan pihak pondok pesantren dapat membentuk poskestren dan memberikan fasilitas pendukung seperti pemasangan cermin di kamar mandi.

Kata kunci: Pondok Pesantren; Health Belief Model; SADARI


ABSTRACT

Title: Related Factor to Breast Self-Examination (BSE) Practice for Early Detection of Breast Cancer in Islamic Boarding School Female Students in Mijen District, Semarang City 2021

Background: Breast cancer still becomes one of the main problems in women's health in Indonesia. Therefore, it is necessary to take early-detection, one of the ways is by BSE practice. BSE practice is a self-early breast cancer detection. This practice was recommended to be regularly carried out since the age of 12 for young women. As one of the representatives of Indonesian young women, female students in Boarding School were chosen to be the object of this study to determine the relationship between the characteristics of female students (age, family history of breast cancer, knowledge), perceived susceptibility, and perceived severity of BSE and breast cancer can affect their behaviour in implementing BSE practices. The tendency to consume unhealthy foods also increases the possible risk of breast not cancer. This research focuses on female students at Mijen Islamic Boarding School because this sub-district was reported for having the highest rate of breast cancer cases in Semarang city.

Method: This research is a descriptive-analytical study with a cross-sectional approach. The study population was 166 boarding school students according to the inclusion criteria. The instrument used was a questionnaire—data analysis using univariate and bivariate analysis with Chi-square test (5% significance).

Result: The results showed that 50.6% of respondents had good BSE practice. Respondents who had a family history of breast cancer (p = 0.048), had good BSE knowledge (p = 0.0001), had perceived susceptibility (p = 0.020 ), and perceived severity (p = 0.001), towards breast cancer, were better at performing BSE practice.

Conclusion: Most BSE practices for female students at the Mijen Islamic boarding school have done BSE well. This is supported by having a suitable category in knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, and having a history of breast cancer in the family. Therefore, the Islamic boarding school will form a poskestren and provide supporting facilities such as installing mirrors in the bathroom.

Keywords: Boarding School; Health Belief Model; Breast Self-Examination

Fulltext View|Download
Keywords: Pondok Pesantren; Health Belief Model; SADARI

Article Metrics:

  1. Cancer IA for R on, World Health Organization (WHO). Global Cancer Observatory. Globocan 2020. 2020;419:1–2
  2. Country-specific I, Method N, Country-specific M. Indonesia source : Globocan 2020. 2020;858:1–2
  3. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Laporan p2p Kota Semarang 2019. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang; 2019. 1–64 p
  4. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. LAPORAN NASIONAL RISKESDAS 2018 [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. 198 p. Available from: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
  5. Sarina, Thaha RM, Sudirman Natsir. Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku SADARI sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara pada Mahasiswi FKM UNHAS. Hasanuddin J Public Heal [Internet]. 2020;1(1):61–70. Available from: http://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/9510
  6. Mularsih S, Cahyaningrum F, Rubiyati ES. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Praktik Sadari Pada Wanita Usia Subur Di Kelurahan Kemijen Semarang Timur Kota Semarang. Siklus J Res Midwifery Politek Tegal. 2017;6(2):238–44
  7. Glanz K, Rimer B k., Viswanath K. Health Behavior and Health Education Theory, Research, and Practice. United States of America: Jossey-Bass; 2008
  8. Novasari DH, Nugroho D, Winarni S. Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Paparan Media Informasi Dengan Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Santriwati Pondok Pesantren Al Ishlah Tembalang Semarang Tahun 2016. J Kesehat Masy. 2016;4(4):186–94
  9. Khairunnissa A, Wahyuningsih S. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, 2017. J Profesi Med J Kedokt dan Kesehat. 2018;11(2):73–80
  10. Sukarni LP, Tafal Z, Sari F, Kridawati A. Determinan Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri Pada Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional Denpasar. J Bid Ilmu Kesehat. 2018;11(1):755–61
  11. Pursitasari YD, Susanto T, Nur KRM. Hubungan Peran Keluarga Dengan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri di Kecamatan Jelbuk Jember, Jawa Timur. J Kesehat Reproduksi. 2019;10(1):59–68
  12. Krisdianto BF. Deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) [Internet]. Vol. 53, Andalas University Press. 2019. 1689–1699 p. Available from: www.journal.uta45jakarta.ac.id
  13. Heriyanti E, Arisdiani T, Yuni Puji Widyastuti. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Dengan Tindakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri. Community Publ Nurs. 2018;6(3):143–56
  14. Mujiburrahman, Riyadi muskhab eko, Ningsih mira utami. Pengetahuan Berhubungan dengan Peningkatan Perilaku Pencegahan COVID-19 di Masyarakat. J Keperawatan Terpadu [Internet]. 2020;2(2):130–40. Available from: http://jkt.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/home/article/view/85/69
  15. Delviani R, Priscilla V. Persepsi Mahasiswi Tentang Kanker Payudara dan Perilakunya terhadap Pencegahan Kanker Payudara di Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. NERS J Keperawatan. 2014;10(1):91
  16. Afianty SD, Handayani S, Alibbirwin. Determinan Perilaku Remaja Putri Melakukan SADARI dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara. ARKESMAS. 2019;4(2):198
  17. Azhari NA, Winarni S, Nugroho D, Kesehatan F, Universitas M, Kesehatan F, et al. HUBUNGAN PERSEPSI KEGANASAN KANKER PAYUDARA DENGAN PRAKTIK SADARI ( PERIKSA PAYUDARA SENDIRI ) PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN. Kesehat Masy. 2021;9(1):1–6
  18. Fitriani S. Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2011

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.