PERJANJIAN PERKAWINAN PERAMPAM DENE DALAM ADAT GAYO DITINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM

Suhartini Suhartini, Syandi Rama Sabekti
DOI: 10.14710/mmh.48.2.2019.224-232
Copyright (c) 2019 Masalah-Masalah Hukum Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Abstract

Dalam hukum adat Gayo dikenal suatu perjanjian perkawinan dengan istilah perampam dene, yaitu suatu denda yang diberikan kepada seseorang pasangan suami atau isteri yang melanggar sebuah perjanjian di dalam perkawinan, perjanjian perampam dene ini dibuat oleh kesepakatan kedua belah pihak antara suami dan isteri yang disaksikan oleh orang tua kedua pasangan suami isteri atau keluarga dan diketahui oleh reje (kepala desa) kedua belah pihak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris atau penelitian hukum sosiologis. Penelitian hukum empiris, yang deteliti pada awalnya adalah data sekunder yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian pada data primer di lapangan. Pelaksaan perjanjian perkawinan perampam dene, para pihak yang yang datang kepada Reje sendiri tanpa ada paksaan, setelah sarak opat menemukan titik temu dalam permasalahan yang dihadapi oleh para pihak, para pihak membacakan isi dari perjanjian perkawinan perampam dene dihadapan unsur-unsur sarak opat dan saksi-saksi. Kedudukan Perjanjian perkawinan perampam dene bila ditinjau dari hukum Islam kedudukannya hukumnya sangat kuat karena perampam dene berdasarkan  Al-Qur’an dan hadist, jika ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata kedudukan perjanjian perkawinan perampam dene tidak kuat.


Full Text: PDF

Keywords

Perampam Dene; Hukum Adat Gayo; Hukum Islam Dan KUHPerdata

References

Buku

Coubat, Sy, A. (1984), Adat Perkawinan Gayo Kerje Beraturen. Jakarta : Balai Pustaka.

Supramono, G. (1998), Segi-Segi Hukum Hubungan Luar Nikah, Jakarta : Djambatan.

Susanto, H. (2008). Pembagian Harta Gono-Gini Saat Terjadi Perceraiaan, Jakarta : Visimedia.

Hadikusuma, H. (2007). Hukum Perkawinan Indonesia Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama, Bandung : Mandar Maju.

Mulyadi. (2008), Hukum Perkawinan Indonesia, Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ibrahim, Mahmud., & Aman, AR. Hakim. (2010), Syariat Dan Adat Istiadat, Jilid II. Takengon : Maqamammahmuda.

Prodjohamidjodjo, M. (2011). Hukum Perkawinan Indonesia, Indonesia Jakarta : Central Publishing.

Prawirohamidjojo, R. Soetojo., & Safioedin, Asis. (1987). Hukum Orang dan Keluarga, Cetakan V. Bandung : Alumni.

Prawirohamidjojo, R. Soetojo. (2002). Pluralisme Dalam Perundang-Undangan Perkawinan Indonesia, Surabaya : Airlangga University Press.

Subekti, R. (1995), Pokok-Pokok Hukum Perdata, Jakarta : Intermasa.

Peraturan Perundang-Undangan

Kompilasi Hukum Islam

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.