EFEKTIVITAS SKYLIGHT SEBAGAI BUKAAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA MASJID

*Christy Vidiyanti orcid  -  Universitas Mercu Buana, Indonesia
Suherman Suherman  -  Universitas Mercu Buana, Indonesia
Received: 19 Jun 2020; Revised: 2 Oct 2020; Accepted: 5 Oct 2020; Published: 13 Oct 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Skylight sebagai salah satu jenis bukaan atas dapat menjadi salah satu strategi dalam memasukkan cahaya alami ke ruang yang tidak dapat dijangkau oleh sistem pencahayaan samping. Masjid Jami’e Darussalam merupakan salah satu masjid yang menggunakan skylight. Penggunaan skylight menjadi dilema karena cahaya matahari langsung dapat masuk kedalam ruang yang dapat menyebabkan silau pada ruang. Penelitian ini akan mengkaji skylight sebagai salah satu strategi dalam sistem pencahayaan alami pada masjid. Masjid biasanya dirancang dengan pencahayaan rendah, namun pada masjid Jami’e Darussalam terdapat skylight yang dapat menghasilkan pencahayaan yang tinggi. Hal ini perlu dikaitkan dengan kenyamanan visual dari pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas skylight sebagai bukaan pencahayaan alami dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas pencahayaan pada masjid; dan untuk mengetahui kenyamanan visual yang dirasakan oleh responden pada masjid Jami’e Darussalam. Metode yang dipakai adalah metode evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan skylight walaupun menghasilkan tingkat pencahayaan yang tinggi, namun tidak berpotensi menimbulkan silau. Hal tersebut didukung oleh kenyamanan visual yang dirasakan oleh pengguna Masjid Jami’e Darussalam.

Keywords: skylight; bukaan cahaya; pencahayaan alami; masjid

Article Metrics:

  1. Al-Obaidi, K. M., Ismail, M. A., & Abdul Rahman, A. M. (2015). Assessing the allowable daylight illuminance from skylights in single-storey buildings in Malaysia: a review. International Journal of Sustainable Building Technology and Urban Development, 6(4), 236-248.
  2. Heschong, Lisa (2002) :Daylighting And Human Performance.ASHRAE Journal.
  3. Huang, J. C. Chapter 4: The Building Architectural Design. Los Alamos National Laboratory Sustainable Design Guide, 49-52.
  4. IESNA (2010) : The IESNA Lighting Handbook Reference & Application edisi 9. Illuminating Engineering Society of North America, New York.
  5. Irianto, C. G. (2006). Studi optimasi sistem pencahayaan ruang kuliah dengan memanfaatkan cahaya alam. Jurusan Teknik Elektro-FTI, Universitas Trisakti. Jakarta: Jetri, 5, 1-20.
  6. Isoardi, G, Garcia-Hansen, V.R., & Hirning, M. (2012). Evaluation of the luminous environment in open-plan offices with skylight. Proceedings of WREF 2012, 1-8.
  7. Jakubiec, J. A., & Reinhart, C. F. (2016). A concept for predicting occupants’ long-term visual comfort within daylit spaces. Leukos, 12(4), 185-202.
  8. Jakubiec, J. A., & Reinhart, C. F. (2013). Predicting visual comfort conditions in a large daylit space based on long-term occupant evaluations: a field study. In 13th Conference of International Building Performance Simulation Association (pp. 3408-15).
  9. Kantun, S. (2017). PENELITIAN EVALUATIF SEBAGAI SALAH SATU MODEL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN (Suatu Kajian Konseptual). JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial, 10(2).
  10. Konis, K. (2013). Evaluating daylighting effectiveness and occupant visual comfort in a side-lit open-plan office building in San Francisco, California. Building and Environment, 59, 662-677.
  11. Massikki, M. N. (2011). Desain Akustik Ruang Sholat Masjid Agung Darussalam Palu. JURNAL ARSITEKTUR, 3(1).
  12. Nasional, B. S. (2004). SNI 16-7062-2004 tentang Pengukuran Intensitas Penerangan di Tempat Kerja. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
  13. Nasional, B. S. (2001). SNI 03–2396–2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung.
  14. Nasional, B. S. (2001). SNI 03–2396–2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung.
  15. Pertiwi, Andika Putri & Gunawan, Ahmad Nursheha (2016) Pengaruh Kenyamanan Visual Melalui Pencahayaan Buatan Pada Masjid Syamsul Ulum Universitas Telkom Bandung. Jurnal I D E A L O G Jurnal Desain Interior & Desain Produk, Vol.1 No.2, Agustus 2016. p.129-145.
  16. Veitch, J. A. (2006). Lighting For High-Quality Workplaces. In: Clements-Croome, Derek (Ed.), Creating the Productive Workplace, seconded.Taylor & Francis, London, pp. 206–222.
  17. Vidiyanti, Christy; dkk. (2018) Kualitas Pencahayaan Alami Dan Penghawaan Alami Pada Bangunan Dengan Fasade Roster (Studi Kasus: Ruang Sholat Masjid Bani Umar Bintaro). Jurnal Vitruvian. Vol.7 No.2 Februari 2018 p.99-106.
  18. Zainurrahman, Aris; dkk. K(2012) ualitas Pencahayaan Alami Masjid Di Lingkungan Perkotaan Padat Penduduk, TEMU ILMIAH IPLBI 2012 p.89-92.