skip to main content

TRANSFORMASI BENTUK ATAP LUMBUNG PADA BANGUNAN PUBLIK DI KOTA MATARAM (STUDI KASUS KORIDOR JALAN LANGKO-PEJANGGIK)

*pascaghana Jayatri Putra orcid  -  Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram, Indonesia
Aldhi Nugraha Anantama orcid  -  Universitas Mataram, Indonesia
Muhammad Iqbal Raissilki orcid  -  Universitas Mataram, Indonesia
Noor Oktova Fajriyah orcid  -  Universitas Mataram, Indonesia
Ni Ketut Ayu intan putri mentari Indriani orcid  -  Universitas Mataram, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Sejak tahun 1980-an, bentukan atap lumbung sudah diadopsi sebagai elemen arsitektural pada berbagai bangunan pemerintahan di Kota Mataram, menguatkan bentuk lumbung sebagai icon arsitektur lokal NTB. Seiring perkembangan gaya arsitektur, teknologi bangunan, material, adopsi bentuk lumbung mengalami transformasi dan meluas pada bangunan publik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi transformasi bentuk, perletakan, pola, dan sebaran adopsi atap lumbung pada bangunan publik di Kota Mataram. Studi dilakukan pada koridor utama Jalan Langko–Pejanggik, sebagai salah satu jalan strategis kota.  Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif melalui survei lapangan, identifikasi objek dan analisis berdasarkan teori transformasi. Sintesis menunjukkan bahwa adopsi bentuk atap lumbung paling banyak dijumpai pada area teras masuk  bangunan dan pagar depan kawasan dengan dominasi bangunan  fungsi pemerintahan dan perkantoran. Perletakan bentuk lumbung berada di area depan sumbu tengah bangunan dengan komposisi simetris dan tampilan terlihat dari jalan utama. Adopsi di dominasi transformasi topologikal (geometris) sebesar 59%. Tipologi bangunan lama mengadopsi transformasi bentuk lumbung 3D dengan perubahan geometri dan dimensi bentuk atap, sedangkan bangunan baru mengadopsi transformasi yang lebih bervariasi seperti transformasi gramatika, substraktif, aditif dan penyederhanaan visual secara 2D. Sebaran adopsi atap lumbung di sepanjang koridor penelitian menunjukkan pola acak bergantung lokasi fungsi bangunan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep interpretasi identitas budaya lokal pada arsitektur bangunan publik di Kota Mataram serta menjadi referensi bagi pelestarian nilai-nilai lokal dalam konteks perkembangan arsitektur.

Fulltext Email colleagues
Keywords: Trasformasi bentuk; Atap lumbung; Bangunan publik, Koridor langko-pejanggik;

Article Metrics:

  1. Gatti, M., Nollert, M., & Pibernik, E. (2022). Regulating Façade Length for Streetscapes of Human Scale. Land, 11(12), 2308
  2. Harisanti, A. F., Antariksa, & Rachmawati, T. A. (2013). Perkembangan Kawasan Cakranegara-Lombok. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 2(2), 19–32
  3. Husnan, L. E. (2018). Alang (Lumbung Tradisional Masyarakat Sasak). Mataram: Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat
  4. Irayani, N. P. Y., Saraswati, A. A. A. O., & Bharuna, A. A. G. D. (2025). Transformasi dan Keberlanjutan Arsitektur Tionghoa dalam Konteks Urban Bali: Studi Kasus Ruko Pecinan di Koridor Jalan Erlangga Singaraja. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 14(3), 162-175
  5. Laseau, P. (1980). Graphic Thinking for Architects and Designers. New York: Van Nostrand Reinhold
  6. Lynch, K. (1960). The Image of the City. Cambridge, MA: MIT Press
  7. Odang, S. A., Triratma, B., Handayani, T. W., Gandhi, B. P. R., & Lestari, D. S. (1992). Arsitek dan karyanya: F. Silaban dalam konsep dan karya. Bandung: Nova
  8. Pemerintah Kota Mataram. (2024). Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Mataram Tahun 2024. Mataram: Pemerintah Kota Mataram
  9. Primanisa, Q., & Rukayah. (2024). Penerapan Budaya Lokal Tanjak pada Fasad Bangunan (Studi Kasus Bangunan Instansi Pemerintah Kota Palembang)
  10. Primanizar, R. (2021). Eksplorasi Shape Grammar Arsitektur Tradisional Sasak. Jurnal Tiarsie, 18(3), 79-84
  11. Putra, P. J., Handayani, T., Mentari, N. K. A. I. P., Bachtiar, J. C. U., & Raissilski, M. I. (2024). Karakteristik Fasade Bangunan Kantor Pemerintahan Pada Koridor Jalan Utama (Langko, Pejanggik) Di Kota Mataram. Spektrum Sipil, 11(2), 157-168
  12. Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247
  13. Saharudin. (2012). Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Bahasa Sasak pada Ranah Pertanian. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, UIN Sunan Kalijaga, hlm. 49
  14. Sari, S. Y. P. M., Sedana, I. M., & Raka, I. N. (2025). Transformasi Arsitektur Lumbung Tradisional Menjadi Lumbung Modern di Sembalun Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pramana: Jurnal Hasil Penelitian, 5(1), 1-10
  15. Sudaryanto, A., & Winandari, M. I. R. (2023). Elemen Fasad Bangunan Pembentuk Karakter Koridor Jalan Ahmad Yani Garut Berdasar Preferensi Masyarakat. Arsitektura, 21(2)
  16. Susilo, G. A. (2020). Model Struktur, Konstruksi, dan Estetika Arsitektur Sasak di Pulau Lombok. Malang: ITN Press

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-31 10:48:17

No citation recorded.