BibTex Citation Data :
@article{pwk12892, author = {Bambang Setiawan and Iwan Rudiarto}, title = {Kajian Perubahan Penggunaan Lahan dan Struktur Ruang Kota Bima}, journal = {Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota}, volume = {12}, number = {2}, year = {2016}, keywords = {perubahan penggunaan lahan; struktur ruang; kota bima}, abstract = {Perkembangan suatu kota terjadi sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, aktivitas sosial, ekonomi, budaya serta adanya interaksi dengan kota lain di daerah sekitar. Suatu kota dengan segala aktivitas yang ada di dalamnya akan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Seperti kota-kota lain, Kota Bima juga mengalami perkembangan sehingga mengakibatkan munculnya permasalahan perubahan penggunaan lahan dan struktur ruangnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan dan struktur ruang Kota Bima pada periode waktu tahun 1999-2014 dengan harapan dapat memberikan informasi mengenai dinamika perkembangan Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis dan pengolahan data diawali dengan interpretasi citra pleiades pada tahun 2014, overlay dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS 10.2 dan analisis input-output terhadap perubahan penggunaan lahan tahun 1999-2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan lahan terbesar berturut-turut di Kota Bima adalah pertanian lahan kering (76,04%), hutan (11,43%), sawah (6,24%), permukiman (4,62), tambak (0,40%), perdagangan dan jasa (0,29%), pemerintahan (0,23%), pendidikan (0,30%), pelabuhan (0,02%) dan terminal (0,01%). Secara umum kecenderungan perubahan penggunaan lahan yang lebih dominan adalah perubahan penggunaan lahan sawah dan pertanian lahan kering menjadi permukiman yakni masing-masing sebesar 184,30 Ha dan 171,93 Ha. Pola persebaran permukiman cenderung konsentris liniear di wilayah bagian barat sedangkan di wilayah bagian timur cenderung terpencar-pencar dan memanjang mengikuti jalan sesuai dengan lokasi pertanian. Struktur ruang Kota Bima belum menunjukan perubahan yang terlalu signifikan yaitu masih berbentuk monocentric city dan termasuk kategori model multi nodal dimana terdiri dari satu pusat dan beberapa sub pusat dan pusat lingkungan yang saling terhubung satu sama lain.}, issn = {2597-9272}, pages = {154--168} doi = {10.14710/pwk.v12i2.12892}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/12892} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Transformasi Wilayah Kabupaten Demak Sebagai Kawasan Pinggiran di dalam Proses Metropolitanisasi Semarang
Land Use Changes in Karama Village as The Impact of Community Economic Activities
Analysis of changes in land use change on population density in Wonogiri Sub-District, Wonogiri District in 2013 and 2019
Sustainability indicator for resilient city amid the COVID-19 Pandemic in Lowokwaru District, Malang City, Indonesia
Last update: 2026-01-06 09:22:31
Factors that effect to land use change in Pandaan District
Authors who publish in the Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota (JPWK) retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
Telp. (024) 7640054