Tamansari : Dulu, Kini dan Nanti

DOI: https://doi.org/10.14710/pwk.v14i3.19946
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Tamansari terletak di kawasan strategis Kota Serang namun kondisi fisiknya memprihatinkan sehingga menurunkan kualitas kawasan. Penelitian atau kajian yang pernah dilakukan terhadap Tamansari kurang mengeksplorasi segala hal yang berkaitan dengan Tamansari sehingga fungsi Tamansari yang ditetapkan dari hasil kebijakan selama ini tidak pernah bertahan lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi hal-hal berkaitan dengan Tamansari, meliputi sejarah, pendapat, keinginan dan harapan para pemangku kepentingan dan masyarakat sehingga dapat diperoleh informasi tentang fungsi yang diharapkan untuk Tamansari. Metode yang digunakan adalah eksploratoris sequensial (mix method), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (kualitatif) dan angket daring (kuantitatif). Dari hasil penelitian dengan metode ini diperoleh adanya 4 (empat) aspek permasalahan yang dihadapi Tamansari yaitu aspek fisik, sosial, kelembagaan, dan kebijakan, dan fungsi yang diharapkan terhadap Tamansari, yaitu sebagai Ruang Terbuka Publik/Ruang Terbuka Hijau. Peta jalan (road map) dan rancangan penataan kawasan yang dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan perencanaan penataan Tamansari. Peta jalan berisi rencana kegiatan, dan OPD yang bertanggung jawab selama 3 (tiga) tahun dan rancangan Tamansari menjadi dapat menjadi dasar dalam penyusunan siteplan dan DED Tamansari. Dalam rancangan ini Tamansari berkonsep “Past, Now, and Then” yang terbagi dalam 6 (enam) zona, yaitu zona swafoto, zona klub lansia, zona muda, zona tempat ibadah, zona anak-anak, dan zona kuliner.

Keywords

Penataan; RTH; Ruang Publik

  1. Erti Nurfindarti 
    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Serang, Indonesia
  1. Chen, Y., Liu, T., Xie, X., & Marušić, B. G. (2016). What attracts people to visit community open spaces? A case study of the overseas chinese town community in Shenzhen, China. International Journal of Environmental Research and Public Health, 13(7). https://doi.org/10.3390/ijerph13070644
  2. Chintantya, D., & Maryono. (2017). Peranan Jasa Ekosistem dalam Perencanaan Kebijakan Publik di Perkotaan. Proceeding Biology Education Conference, 14, 144–147.
  3. Corporation, E. P. and T. H. (2007). Urban Design Compendium. London: Llewelyn-Davies.
  4. Global Environmental Change. (1999). https://doi.org/10.17226/5992
  5. Ifo. (n.d.). Taman Bungkul, Surabaya - 1001wisata.
  6. Jalan Asyik di Teras Cihampelas Bandung - detiktravel. (n.d.).
  7. Koglin, T., & Pettersson, F. (2017). Changes, problems, and challenges in Swedish spatial planning-an analysis of power dynamics. Sustainability (Switzerland), 9(10). https://doi.org/10.3390/su9101836
  8. Kothencz, G., & Blaschke, T. (2017). Urban parks: Visitors’ perceptions versus spatial indicators. Land Use Policy, 64, 233–244. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.02.012
  9. Kothencz, G., Kolcsár, R., Cabrera-Barona, P., & Szilassi, P. (2017). Urban green space perception and its contribution to well-being. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(7). https://doi.org/10.3390/ijerph14070766
  10. Lambin, E. F., TURNER, B. L. I. I., GEIST, H. J., AGBOLA, S. B., ANGELSEN, A., BRUCE, … XU. (2001). The Causes of Land-Use and Land-Cover Change. Moving Beyond the Myths. Global Environmental Change:Human and Policy Dimensions, 4, 261–269.
  11. Marinković, G., Lazić, J., Trifković, M., & Ilić, Z. (2017). Uloga I Značaj Katastra Za Prostorno Planiranje U Republici Srbiji. Zbornik Radova Građevinskog Fakulteta, 33(31), 49–65. https://doi.org/10.14415/zbornikGFS31.004
  12. Menyusuri Teras Cihampelas, Menikmati Pagi Romantis di Bandung - Regional Liputan6. (n.d.).
  13. Mueller, J., Lu, H., Chirkin, A., Klein, B., & Schmitt, G. (2018). Citizen Design Science: A strategy for crowd-creative urban design. Cities, 72(April 2017), 181–188. https://doi.org/10.1016/j.cities.2017.08.018
  14. PERAN JASA EKOSISTEM DALAM PENENTUAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN | Forgis Indonesia | Pulse | LinkedIn. (n.d.).
  15. Southon, G. E., Jorgensen, A., Dunnett, N., Hoyle, H., & Evans, K. L. (2018). Perceived species-richness in urban green spaces: Cues, accuracy and well-being impacts. Landscape and Urban Planning, 172(January 2017), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2017.12.002
  16. Taman Bungkul - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. (n.d.).
  17. Taman Bungkul Merupakan Taman Wisata Di Tengah Kota Surabaya. (n.d.).
  18. Taman Pintar. (n.d.).
  19. Tim Penyusun Pusat Kajian Manajemen Kebijakan LAN. (2012). Pedoman Perumusan Kebijakan (Edisi Revi). Jakarta: Pusat Kajian Manajemen Kebijakan Lembaga Administrasi Negara.
  20. UN. (2017). Global indicator framework for the Sustainable Development Goals and targets of the 2030 agenda for sustainable development, 1–21.
  21. Wang, J., Aenis, T., & Hofmann-Souki, S. (2018). Triangulation in participation: Dynamic approaches for science-practice interaction in land-use decision making in rural China. Land Use Policy, 72(January), 364–371. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.12.066
  22. Ward, H. C., & Grimmond, C. S. B. (2017). Assessing the impact of changes in surface cover, human behaviour and climate on energy partitioning across Greater London. Landscape and Urban Planning, 165(April), 142–161. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2017.04.001
  23. Xiao, X. D., Dong, L., Yan, H., Yang, N., & Xiong, Y. (2018). The influence of the spatial characteristics of urban green space on the urban heat island effect in Suzhou Industrial Park. Sustainable Cities and Society, 40(April 2017), 428–439. https://doi.org/10.1016/j.scs.2018.04.002