DAMPAK TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA SEMARANG

*Anita Ratnasari Rakhmatulloh -  Diponegoro University, Indonesia
Wido Prananing Tyas -  Diponegoro University, Indonesia
Muhammad Hendardi Subianto -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 11 Oct 2018; Published: 9 Jan 2019.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 280 172
Abstract

Pesatnya perkembangan transportasi daring disebabkan oleh pelayanan transportasi publik yang belum mampu menjangkau seluruh wilayah di Kota Semarang. Selain itu, didukung dengan permintaan terhadap transportasi daring tinggi.  Dalam beroperasi, transportasi daring ini membutuhkan operator sebagai pengemudi, kebutuhan pengemudi inilah yang memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dampak dari kehadiran transportasi daring terhadap penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja pada operator transportasi daring diharapkan dapat menyerap pengemudi ojek konvensional dan membuka lapangan kerja bagi yang belum mempunyai pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, dari total keseluruhan jumlah pengemudi transportasi daring dapat menyerap dan mempekerjakan sebesar 2% tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Tenaga kerja yang terserap sebagian besar adalah penduduk yang telah memiliki pekerjaan kemudian beralih untuk menjadi pengemudi transportasi daring.

Keywords
transportasi daring; serapan tenaga kerja

Article Metrics:

  1. Delle Site, P., Filippi, F. and Giustiniani, G. (2011) ‘Users’ preferences towards innovative and conventional public transport’, in Procedia - Social and Behavioral Sciences. doi: 10.1016/j.sbspro.2011.08.099.
  2. Handoyo. R.D. 2005. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Modul 1, Hal 1-37.
  3. Kadir, A. (2006) ‘Tranportasi : Peran dan Dampaknya Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional’, Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Wahana Hijau, 1(3), pp. 121–131.
  4. Lyons, G. and Davidson, C. (2016) ‘Guidance for transport planning and policymaking in the face of an uncertain future’, Transportation Research Part A: Policy and Practice. doi: 10.1016/j.tra.2016.03.012.
  5. Undang-Undang 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
  6. Siuhi, S. and Mwakalonge, J. (2016) ‘Opportunities and challenges of smart mobile applications in transportation’, Journal of Traffic and Transportation Engineering (English Edition). doi: 10.1016/j.jtte.2016.11.001.