skip to main content

JENJANG UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK : STUDI KASUS KOTA PAYAKUMBUH

*suryadi muchlis  -  Department of Architecture and Planning, Universitas Gadjah Mada, Jl. Grafika No. 2 Yogyakarta, Indonesia 55281| Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Jimly Al Faraby  -  Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Gadjah Mada, Jln. Grafika No. 2 Yogyakarta, Indonesia 55281, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pemerintah daerah diwajibkan oleh undang-undang untuk menyediakan RTH publik sebesar 20% dari luas wilayah, namun banyak yang mengalami kendala dalam implementasinya. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, namun seringkali sporadis dan tidak terstruktur, sehingga sulit untuk mengukur efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan berbagai upaya pemerintah daerah dalam penyediaan RTH publik melalui studi kasus Kota Payakumbuh untuk melihat fokus perhatian pemerintah selama ini dan efektivitas upaya yang dilakukan untuk mencapai target penyediaan RTH publik. Penelitian ini dilakukan melalui survei primer dan sekunder yaitu pengumpulan dokumen, observasi lapangan, serta wawancara semi-terstruktur kepada 25 orang narasumber yang dipilih melalui metode purposive-snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyediaan RTH publik dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu upaya administratif, upaya regulatif, upaya eksekutif, dan upaya kolaboratif, yang merepresentasikan tingkatan yang berbeda dalam kontribusi terhadap ketercapaian target RTH publik. Namun, Pemerintah Kota Payakumbuh cenderung lebih dominan dalam melakukan upaya administratif dan regulatif, yang tidak berkontribusi langsung pada perwujudan dan pemenuhan target RTH publik. Oleh karena itu, pemerintah perlu lebih mendorong upaya kolaboratif untuk meningkatkan keterpenuhan RTH publik sesuai dengan standar dan target yang berlaku.

Fulltext Email colleagues
Keywords: RTH; RTH Publik; Upaya Penyediaan; RTRW; Payakumbuh
Funding: Universitas Gajah Mada; Bappenas

Article Metrics:

  1. Artandio, B., Setyono, D. A., & Kurniawan, E. . (2019). Prioritasi Lokasi Penyediaan Lahan Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau Publik Perkotaan Kota Malang. Planning for Urban and Environment Journal, 8(0341), 65–74. https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/317
  2. Boulton, C., Dedekorkut-Howes, A., & Byrne, J. (2018). Factors Shaping Urban Greenspace Provision: A Systematic Review Of The Literature. Landscape and Urban Planning, 178, 82–101
  3. Boulton, C., Dedekorkut-Howes, A., & Byrne, J. (2021). Governance Factors Shaping Greenspace Provision: From Theory to Practice. Planning Theory and Practice, 22(1), 27–50. https://doi.org/10.1080/14649357.2021.1879240
  4. Boulton, C., Dedekorkut-Howes, A., Holden, M., & Byrne, J. (2020). Under Pressure: Factors Shaping Urban Greenspace Provision In a Mid-Sized City. Cities, 106(April), 102816. https://doi.org/10.1016/j.cities.2020.102816
  5. Dany, F. W. W. (2023). Taktik Mencapai 30 Persen Ruang Terbuka Hijau Di Jakarta. 1 Maret 2023. https://www.kompas.id/baca/metro/2023/02/28/untitled
  6. Girma, Y., Terefe, H., Pauleit, S., & Kindu, M. (2019). Urban Green Spaces Supply In Rapidly Urbanizing Countries: The case of Sebeta Town, Ethiopia. In Remote Sensing Applications: Society and Environment (Vol. 13, Issue January). https://doi.org/10.1016/j.rsase.2018.10.019
  7. Halimah, H. (2020). Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin. Universitas Islam Kalimantan MAB
  8. Han, Y., He, J., Liu, D., Zhao, H., & Huang, J. (2023). Inequality In Urban Green Provision: A Comparative Study of Large Cities Throughout The World. Sustainable Cities and Society, 89(September 2022), 1–12. https://doi.org/10.1016/j.scs.2022.104229
  9. Hidayat, A. A. N. (2023). Hampir Semua Provinsi dan Kabupaten Miliki RTRW, Ini Catatan Menteri ATR untuk Pemda. 6 Juni 2023. https://www.tempo.co/ekonomi/hampir-semua-provinsi-dan-kabupaten-miliki-rtrw-ini-catatan-menteri-atr-untuk-pemda-180152
  10. Joga, N. (2013). RTH 30 Persen Resolusi Kota Hijau. Gramedia Pustaka Utama
  11. Kautsary, J. kautsary, Rahman, B., & Shafira, S. (2021). Potensi Ruang Sempadan Sungai Untuk Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Taman Kota Semarang. Jurnal Planologi, 18(2), 213. https://doi.org/10.30659/jpsa.v18i2.15585
  12. Kurniawan, N. S., Asmara, S., & Asbi, A. M. (2022). Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Jumlah Penduduk Di Kota Bandar Lampung Tahun 2021-2030. Jurnal Perencanaan Dan Pengembangan Kebijakan, 2(1), 14–26
  13. Lizya, S., Ulimaz, M., & Subchan. (2017). Arahan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Kebutuhan Penduduk Kota Balikpapan. Jurnal Plano Madani, 6(2), 153–165. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/3155
  14. Mashur, D., & Rusli, Z. (2018). Upaya Dan Implikasi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Jurnal Kebijakan Publik, 9(1), 45
  15. Masrochatun. (2020). Kajian Potensi Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan di Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan Hijau Dan Perizinan: Diplomasi, Kesiapan Perangkat Dan Pola Standarisasi, 165–170
  16. Nabila, M. S. (2019). Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan Oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Universitas Andalas
  17. Noveri, I., Najib, K., & Yusuf, M. (2020). The Analysis of Public Green Open Space Management in Jambi City. Policy & Governance Review, 4(3), 182–196
  18. Novianty, R., Neolaka, A., & Rahmayanti, H. (2012). Evaluasi Mengenai Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Menara, VII No, 1
  19. Purnomo, S., Muljono, P., Susanto, D., & Harijati, S. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 237–245. https://doi.org/10.25015/17202135452
  20. Rahardian, L. (2019). Ruang Terbuka Hijau yang Masih Terpinggirkan di Indonesia. 7 Mei 2019. https://kabar24.bisnis.com/read/20190507/79/919413/ruang-terbuka-hijau-yang-masih-terpinggirkan-di-indonesia
  21. Samsudi, S. (2010). Ruang Terbuka Hijau Kebutuhan Tata Ruang Perkotaan Kota Surakarta. Journal of Rural and Development, 1(1)
  22. Sarofah, R., & Herliana, P. A. (2023). Analysis of Government Policy on Green Open Space in Bekasi City. Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan, 4(1), 167–178
  23. SDPDN. (2024). Jumlah Penduduk Per Kabupaten / Kota. https://e-database.kemendagri.go.id/kemendagri/dataset/257/tabel-data
  24. Septiani, E., Muhammadiah, & Mappamiring. (2021). Faktor Pendukung Dan Penghambat Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau. JPPM: Journal of Public Policy and Management, 3(1), 1–6

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-03-31 15:32:03

No citation recorded.