skip to main content

Pola Adaptif dan Placemaking sebagai Alternatif Penataan Kawasan Kumuh untuk Kota Berketahanan

*Dzulfajrie Rahim orcid  -  Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
Asep Yudi Permana orcid scopus  -  Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Perumahan kumuh dan permukiman kumuh merupakan suatu permasalahan yang umumnya banyak terjadi di kota-kota besar. Berdasarkan acuan peraturan dan kebijakan, penanganan kumuh dilaksanakan dengan dengan 2 (dua) pendekatan, yakni pencegahan dan peningkatan kualitas. Kawasan Karang Mumus merupakan salah satu kawasan kumuh yang ada di Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menerapkan pola penanganan yang cukup efektif dalam menangani masalah kumuh perkotaan pada sempadan sungai dimana terdapat dua isu utama yaitu permukiman yang rawan bencana dan permukiman padat yang tidak memiliki ruang terbuka hijau sebagai ruang sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran kuantitatif dan kualitatif melalui sumber data numerik kondisi kekumuhan yang diverifikasi melalui wawancara pada narasumber terpilih. Tujuan dari penelitan ini yaitu memberikan gambaran studi kasus kawasan kumuh yang masuk dalam karakteristik squatter dan penerapan desain berbasis adaptif dan placemaking. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penataan permukiman pada kawasan kumuh di kawasan Karang Mumus Kota Samarinda dapat dilakukan melalui intervensi berbasis zonasi geografis dan karakter kawasan: (1) Segmen di bagian utara (Kelurahan Sempaja Selatan), strategi pemugaran mempertahankan rumah panggung dengan penataan kaveling yang adaptif dan penyediaan prasarana dasar secara terpadu; (2) Segmen di bagian selatan (Kelurahan Temindung Permai), strategi relokasi diterapkan untuk mengembalikan fungsi ekologis sempadan sungai dan menciptakan ruang publik yang optimal.

Fulltext Email colleagues
Keywords: Permukiman Kumuh, Resilien, Adaptif, Placemaking

Article Metrics:

  1. Arefi, M. (2014). Deconstructing Placemaking: Needs, Opportunities, and Assets. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315777924
  2. Aulia Syafitri, Ira Mentayani, Ermilia Puteri, & Naimatul Aufa. (2024). Identifikasi Pola Spasial Permukiman Bantaran Sungai Martapura di Kawasan Kota Banjarmasin. Tesa Arsitektur, 22, 42–53. https://doi.org/10.24167/tesa.v22i1.12104
  3. Belia, T., & Setyowati, S. (2023). Kajian Implementasi Desain Universal pada Taman Flamboyan sebagai Ruang Publik yang Inklusif. In Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur (pp. 507-515)
  4. Carmona, M., & Heath, T. (2003). Public Places Urban Spaces The Dimensions of Urban Design. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315158457
  5. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Approaches. In Research Defign: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches
  6. Drakakis-Smith, D. (2012). Urbanisation, Housing and The Development Process. Routledge
  7. Du, J., & Greiving, S. (2022). Informal Settlement Resilience Upgrading-Approaches and Applications from a Cross-Country Perspective in Three Selected Metropolitan Regions of Southeast Asia. Sustainability (Switzerland). https://doi.org/10.3390/su14158985
  8. Fanggidae, L. W. (2025). Strategi Penataan Permukiman Kumuh Pesisir Kota Kupang (Suatu Pendekatan Perilaku Lingkungan). Jurnal Inovasi Kebijakan, 9(1), 1-37. https://doi.org/10.37182/ba92vb43
  9. Fuchs, R. J. (1994). Mega-city Growth and The Future. United Nations University Press
  10. Harari, M., & Wong, M. (2025). Slum Upgrading and Long-Run Urban Development: Evidence from Indonesia. The Review of Economic Studies, rdaf090. https://doi.org/10.1093/restud/rdaf090
  11. Ischak, M., Setioko, B., & Gandarum, D. N. (2018). Economic Interactive Space: an Adaptation of Community Resilience Mechanism in an Enclave Settlement. International Journal on Livable Space, 3(2), 92–103. https://doi.org/10.25105/livas.v3i2.4259
  12. Judanto, M. A., & Sari, D. P. (2025). Identifying the Potential of Urban Ventilation Corridors in Tropical Climates. Modelling, 6(4), 129. https://doi.org/10.3390/modelling6040129
  13. Karyono, T. H., Heryanto, S., & Faridah, I. (2015). Air Conditioning and the Neutral Temperature of the Indonesian University Students. Architectural Science Review, 58(2). https://doi.org/10.1080/00038628.2014.1002828
  14. Komarawati, K., Nurdin, M. F., Gunawan, W., & Nurwati, R. N. (2025). Transformative Capacity to Build an Adaptive Society Resilience During Crisis: Evidence from Conditional Cash Transfer/PKH Indonesia. Frontiers in Sociology, 10(May), 1–12. https://doi.org/10.3389/fsoc.2025.1507177
  15. Kubota, T., Toe, D. H. C., Sugiyama, S., & Yasufuku, S. (2014). Passive Cooling Strategies for Terraced Houses in Hot-Humid Climate of Malaysia. Grand Renewable Energy
  16. Kurniawan, H., Ikaputra, & Forestyana, S. (2017). Perancangan Aksesibilitas Untuk Fasilitas Publik. Gadjah Mada University Press, 195
  17. Low, S.M., Altman, I. (1992). Place Attachment. In: Altman, I., Low, S.M. (eds) Place Attachment. Human Behavior and Environment, vol 12. Springer, Boston, MA. https://doi.org/10.1007/978-1-4684-8753-4_1
  18. Lynch, K. (1964). The Image of The City. MIT press
  19. Muchiri, C. N., & Opiyo, R. O. (2022). Community Adaptation Strategies in Nairobi Informal Settlements: Lessons from Korogocho, Nairobi-Kenya. Frontiers in Sustainable Cities, 4. https://doi.org/10.3389/frsc.2022.932046
  20. Muta’ali, L., & Nugroho, A. R. (2016). Perkembangan Program Penanganan Permukiman Kumuh di Indonesia dari Masa Ke Masa. Gadjah Mada University Press
  21. Ndabezitha, K. E., Mubangizi, B. C., & John, S. F. (2024). Adaptive Capacity to Reduce Disaster Risks in Informal Settlements. Jamba: Journal of Disaster Risk Studies, 16(1), 1–10. https://doi.org/10.4102/JAMBA.V16I1.1488
  22. Nugraha, S. B., Suharini, E., Mukhlas, A. B., Saputro, F. W., Fajri, Z. A., Kinanthi, Y., Prasetyo, S. J., & Fauzia, H. (2021). Pengaruh Penataan Kawasan Kota Lama Semarang pada Aspek Ekonomi dan Sosial. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 18(1), 21–29. https://doi.org/10.15294/jg.v18i1.27512
  23. Nur, D., Prabowo, A. H., & Hartanti, N. B. (2023). Placemaking Approach to Public Open Space Arrangement in Dense Urban Settlement Petamburan Village-Jakarta. Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera, 4(1), 172–188. https://doi.org/10.25105/juara.v4i2.18030
  24. Ogbonna, S. N., Ochie, C. N., & Aniwada, E. C. (2024). Urban Slum Housing Quality, and Its Public Health Implications in Nigeria: A Case of Urban Slum Residents in Enugu Metropolis, South East, Nigeria. BMC Public Health, 24(1), 3231. https://doi.org/10.1186/s12889-024-20764-7
  25. Paul, G., Navarro, M. G., Raimundo, U., & Urrego, J. A. (2025). In-Situ Upgrading or Population Relocation? Direct Impacts and Spatial Spillovers of Slum Renewal Policies. NBER WORKING PAPER SERIES
  26. Plessis, D. D., Yanar, N., Aswegen, M. van, Plessis, D. D., Geyer, H., & Beuster, L. (2022). Planning for Sustainability: A View from the Global South. 7(4)
  27. Prayitno, B. (2014). Skema Inovatif Penanganan Permukiman Kumuh. Gadjah Mada University Press
  28. Rahman, B., & Kautsary, J. (2024). River Parks Typology: A Case Study of River Parks in Kalimantan. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1321(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1321/1/012017
  29. Rahman, S., Mentayani, I., Rusmilyasari, R., & Mahreda, E. S. (2019). Konsep Penataan Permukiman Kumuh Tepian Sungai Di Kelurahan Sungai Bilu Kota Banjarmasin. EnviroScienteae, 15(3), 397. https://doi.org/10.20527/es.v15i3.7434
  30. Sarosa, W. (2017). New Urban Agenda: Agenda Baru tentang Pengembangan Permukiman dan Penanganan Kumuh Perkotaan
  31. Shafqat, R., Marinova, D., & Khan, S. (2021). Placemaking in Informal Settlements: The Case of France Colony, Islamabad, Pakistan. Urban Science, 5(2). https://doi.org/10.3390/urbansci5020049
  32. Sunarti, Nany, Y., Amellia, P. A., & Kharunia, P. (2022). Sustainability of Slum Upgraded Area, Case of Sustainability of Slum Upgraded Area, Case of Mojosongo Surakarta, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1111/1/012037
  33. Sunarti, Syahbana, J. A., & Manaf, A. (2014). Slum Upgrading Without Displacement at Danukusuman Sub-District Surakarta City. International Transaction Journal of Engineering, Management, & Applied Sciences & Technologies, 5(3), 213–225
  34. Syahril, N. (2005). Studi Perencanaan Penataan Kembali Infrastruktur Pada Permukiman Kumuh di Dalam Kota (Doctoral dissertation, Tesis)
  35. Teixeira, N., Filha, D. S., Li, J., Howard, P. A. P., Quayyum, Z., Kibuchi, E., Mithu, I. H., Vidyasagaran, A., Sai, V., Manzoor, F., Tolhurst, R., Mazumdar, S., Rosu, L., Garimella, S., & Elsey, H. (2022). The economics of healthcare access : a scoping review on the economic impact of healthcare access for vulnerable urban populations in low ‑ and middle ‑ income countries. 1–25. https://doi.org/10.1186/s12939-022-01804-3
  36. Trancik, R. (1986). What is Lost Space? John Wiley & Sons
  37. Turvey, R. A. (2019). Place-Making and Sustainable Community Development. In R. Turvey & S. Kurissery (Eds.), Intellectual, Scientific, and Educational Influences on Sustainability Research (pp. 253-272). IGI Global Scientific Publishing. https://doi.org/10.4018/978-1-5225-7302-9.ch011
  38. Wong, T. H. F. (2007). Water Sensitive Urban Design – the Journey Thus Far. The Australian Journal of Water Resources, 12(11). https://doi.org/10.1080/13241583.2006.11465296
  39. Wyckoff, M. A. (2014). Definition of placemaking: Four different types. Planning & Zoning News, 32(3), 1
  40. Zahnd, M., & Frick, H. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu: Teori Perancangan Kota dan Penerapannya. Kanisius. https://books.google.co.id/books?id=OGsUogEACAAJ
  41. Zeng, X., Yu, Y., Yang, S., Lv, Y., & Sarker, M. N. I. (2022). Urban Resilience for Urban Sustainability: Concepts, Dimensions, and Perspectives. Sustainability (Switzerland), 14(5), 1–27. https://doi.org/10.3390/su14052481

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-30 21:24:56

No citation recorded.