BibTex Citation Data :
@article{pwk81880, author = {Casnan Casnan and Irman Firmansyah and Heti Triwahyuni and Ratnawati Ratnawati and Wawang Anwarudin and Ilham Ramdhani}, title = {Kemiskinan Desa dalam Perspektif Keberlanjutan: Pendekatan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) di Kabupaten Kuningan}, journal = {Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota}, volume = {22}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Kemiskinan Desa, Keberlanjutan, MSA, Pembangunan Desa, Kabupaten Kuningan}, abstract = { Kemiskinan di desa masih menjadi persoalan struktural di Kabupaten Kuningan, meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang saling berinteraksi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kemiskinan di tiga desa di Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan MSA, menilai kontribusi masing-masing aspek (ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan) terhadap keberhasilan pengentasan kemiskinan di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris yang relevan dengan strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan data sekunder, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan MSA yang merupakan teknik multivariat yang dapat digunakan untuk menentukan posisi objek relatif terhadap objek lainnya. Analisis MSA dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan desa pada kondisi eksisting berada pada kategori yang sama, yaitu hampir miskin. Hasil skenario terhadap variabel atau faktor yang memengaruhi status kemiskinan di 3 desa bervariasi, seperti Desa Kalimanggis Wetan, nilai statusnya hampir miskin; Desa Taraju, nilai statusnya sejahtera; Desa Margamukti, nilai statusnya tidak miskin. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan memerlukan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa sebagai penggerak utama pembangunan lokal. }, issn = {2597-9272}, doi = {10.14710/pwk.v22i2.81880}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/81880} }
Refworks Citation Data :
Kemiskinan di desa masih menjadi persoalan struktural di Kabupaten Kuningan, meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang saling berinteraksi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kemiskinan di tiga desa di Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan MSA, menilai kontribusi masing-masing aspek (ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan) terhadap keberhasilan pengentasan kemiskinan di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris yang relevan dengan strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan data sekunder, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan MSA yang merupakan teknik multivariat yang dapat digunakan untuk menentukan posisi objek relatif terhadap objek lainnya. Analisis MSA dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan desa pada kondisi eksisting berada pada kategori yang sama, yaitu hampir miskin. Hasil skenario terhadap variabel atau faktor yang memengaruhi status kemiskinan di 3 desa bervariasi, seperti Desa Kalimanggis Wetan, nilai statusnya hampir miskin; Desa Taraju, nilai statusnya sejahtera; Desa Margamukti, nilai statusnya tidak miskin. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan memerlukan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa sebagai penggerak utama pembangunan lokal.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-30 21:25:03
Authors who publish in the Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota (JPWK) retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
Telp. (024) 7640054