skip to main content

Melampaui Tempat Ketiga: Spektrum Tipologi Ruang Sosial Urban di Yogyakarta

Mas Joni orcid  -  Magister Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia
*Muhammad Syauqi Hikam Fayazid orcid  -  Magister Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Ruang publik kota membentuk tempat ketiga bagi masyarakat urban melalui berbagai bentuk ruang interaksi informal di luar rumah dan tempat produktif. Di Kota Yogyakarta, dinamika ruang sosial menghadirkan berbagai tipologi tempat ketiga yang berkembang dalam konteks kampung maupun kota. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakter empat kasus tempat ketiga di kawasan urban Yogyakarta guna mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan pola karakter yang membentuk variasi tempat ketiga berdasarkan konteks sosial, ekonomi, dan spasial yang berbeda, serta menjelaskan faktor yang mendorong pengunjung memilih dan menggunakan masing-masing ruang sebagai tempat interaksi sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan multiple case study. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dokumentasi visual, dan pemetaan berbasis tempat. Penelitian ini menggunakan empat studi kasus; Angkringan Kali Code, Angkringan Pak Min, Tetra Coffee & Eatery, dan Artech Space Coworking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat ketiga di Yogyakarta berkembang dalam empat tipologi utama, yaitu Urban Informal Public Third Place, Community-Based Third Place, Commercial Third Place, dan Hybrid Second–Third Place. Masing-masing tipologi memiliki karakter interaksi sosial, aksesibilitas, dan tingkat netralitas-keterbukaan yang berbeda. Temuan ini menunjukkan bahwa tempat ketiga di kawasan urban tidak bersifat homogen, melainkan membentuk spektrum ruang sosial yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan spasial masyarakat kota.

Fulltext Email colleagues
Keywords: Hybrid; Informal; Komersial; Komunitas; Perkotaan; Tempat Ketiga

Article Metrics:

  1. Aelbrecht, S. P. (2016). ‘Fourth places’: The Contemporary Public Settings for Informal Social Interaction Among Strangers. Journal of Urban Design, 21(1), 124–152. https://doi.org/10.1080/13574809.2015.1106920
  2. Janati, S. A., Hosseini, S. Z., Ariafard, P., Zarabadipour, Z., & Zarabadi, Z. S. S. (2026). Co-Working Spaces as Third Place: Initiatives for Sharing Economy Development. Sage Open, 16(1). https://doi.org/10.1177/21582440261417411
  3. Amrozi, I., Sultansyah, D. R. P., Hidayat, A. M. N. A., & Savirani, A. (2022). Kelompok Milenial dan Tantangan Pembangunan Kota: Gentrifikasi dan Komersialisasi Ruang di Kota Yogyakarta. Jurnal Studi Pemuda, 10(2), 115. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.69230
  4. Barkah, M., Agustriana, K., Sharif, S. A., Ekomadyo, A. S., & Susanto, V. (2021). Komparasi Pengaruh Hubungan Keterikatan Tempat dan Citra Tempat Ketiga terhadap Desain Kafe. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(1), 8–20. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i1.29926
  5. Cheang, M. (2002). Older Adults’ Frequent Visits To A Fast-Food Restaurant. Journal of Aging Studies, 16(3), 303–321. https://doi.org/10.1016/S0890-4065(02)00052-X
  6. Finlay, J., Esposito, M., Kim, M. H., Gomez-Lopez, I., & Clarke, P. (2019). Closure of ‘third places’? Exploring potential consequences for collective health and wellbeing. Health & Place, 60, 102225. https://doi.org/10.1016/j.healthplace.2019.102225
  7. Fisu, A. A., Syabri, I., & Andani, I. G. A. (2025). Gen-Z and Individual Third Spaces: Examining Youth Mobility in Urban Areas in The Context of Space and Time. Cities, 161, 105889. https://doi.org/10.1016/j.cities.2025.105889
  8. Gandini, A. (2015). The Rise of Coworking Spaces: A Literature Review. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:54726554
  9. Glover, T. D., & Parry, D. C. (2009). A Third Place in The Everyday Lives of People Living With Cancer: Functions of Gilda’s Club of Greater Toronto. Health & Place, 15(1), 97–106. https://doi.org/10.1016/j.healthplace.2008.02.007
  10. Groat, L. N., & Wang, D. (2013). Architectural Research Methods. John Wiley & Sons
  11. Jeffres, L. W., Bracken, C. C., Jian, G., & Casey, M. F. (2009). The Impact of Third Places on Community Quality of Life. Applied Research in Quality of Life, 4(4), 333–345. https://doi.org/10.1007/s11482-009-9084-8
  12. Kusumastuti, R. D., & Kusuma, A. S. (2022). Angkringan sebagai Ruang Publik dan Sarana Interaksi Sosial di Kota Bogor. Jurnal Pustaka Komunikasi, 5(1), 91–105. https://doi.org/10.32509/pustakom.v5i1.1850
  13. Larasati, A. J. P. (2018). Kualitas visual koridor jalan pada kawasan Sagan, Yogyakarta [Tesis, Universitas Gadjah Mada]
  14. Liao, Y., Gil, J., Yeh, S., Pereira, R. H. M., & Alessandretti, L. (2025). Socio-spatial segregation and human mobility: A review of empirical evidence. Computers, Environment and Urban Systems, 117, 102250. https://doi.org/10.1016/j.compenvurbsys.2025.102250
  15. Lukito, Y. N., & Xenia, A. P. (2017). Café as Third Place and The Creation of A Unique Space of Interaction in UI Campus. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 99, 012028. https://doi.org/10.1088/1755-1315/99/1/012028
  16. Nes, A. van, & Yamu, C. van der L. (2021). Private and Public Space: Analysing Spatial Relationships Between Buildings and Streets. In Introduction to Space Syntax in Urban Studies (pp. 113–131). Cham: Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-59140-3_4
  17. Oldenburg, R. (1999). The great good place: cafés, coffee shops, bookstores, bars, hair salons, and other hangouts at the heart of a community. MA: Da Capo Press
  18. Pramudito, S., & Kurnial, B. T. (2020). Identifikasi Pola Aktivitas pada Ruang Terbuka Publik di Kampung Gampingan Kota Yogyakarta. Nature: National Academic Journal of Architecture, 7(2), 205. https://doi.org/10.24252/nature.v7i2a6
  19. Prasetyo, A. (2019). Peranan Ruang Komunal dalam Mewadahi Perilaku Sosial Masyarakat Kampung Ratmakan. LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR, 6(2), 101–110. https://doi.org/10.26418/lantang.v6i2.34393
  20. Putra, H. M. A. (2014). Karakter Indis kawasan Sagan Lama Yogyakarta. Jurnal Kreatif: Desain Produk Industri dan Arsitektur, 2(1), 11–16. https://doi.org/10.46964/jkdpia.v2i1.101
  21. Qi, J., Mazumdar, S., & Vasconcelos, A. C. (2024). Understanding the Relationship between Urban Public Space and Social Cohesion: A Systematic Review. International Journal of Community Well-Being, 7(2), 155–212. https://doi.org/10.1007/s42413-024-00204-5
  22. Sireki, T. N., & Wibisono, B. H. (2020). Karakteristik Third Place dan Tipologi Kafe di Yogyakarta Kasus: Kawasan Karangwuni dan Sekitarnya. TATALOKA, 22(3), 437–452. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.3.437-452
  23. Sofia, R., Raharjo, W., & Susetyaningtyas, O. (2021). Peran Ruang Komunal Sebagai Wadah Interaksi Sosial Di Kampung Kota. Sustainable Architecture & Building Performance, 189–198
  24. Sumaryata, M. A., Kurniati, F., & Soelaiman, M. A. (2017). Persoalan Ruang Terbuka Publik di Yogyakarta berdasarkan Persepsi Masyarakat. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 6(3), 152–159. https://doi.org/10.32315/jlbi.6.3.162
  25. Susanti, A., & Ida Ayu, S. P. P. (2025). Korelasi Faktor Fisik Ruang Publik dengan Persepsi Tempat Ketigas (Third Place) Bagi Generasi Y DAN Z. Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(1), 45–57. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i1.3993
  26. Widyaningsih, A., Kusumawardhani, P., & Zerlina, D. (2021). Coffee Culture and Urban Settings: Locating Third Place in the Digital Era. The Cases of About Life Coffee Brewers in Tokyo and Kopi Tuku in Jakarta. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211126.014

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-09-30 23:18:43

No citation recorded.