Pengaruh Koefisien Gesek Terhadap Tegangan Fiber Optik dalam Akrilik Menggunakan Metode Elemen Hingga

*Ojo Kurdi -  Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Gunawan Dwi Haryadi -  Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aulia Rahman -  Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ian Yulianti -  Jurusan Fisika, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Received: 7 Nov 2018; Published: 7 Nov 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 ROTASI
Citation Format:
Abstract
Saat ini akrilik banyak digunakan sebagai bahan dinding dan atap dan untuk keperluan sensor suhu dan tekanan maka serat optik ditanam dalam bahan bangunan tersebut.  Simulasi dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) dengan menggunakan perangkat lunak komersial ABAQUS.  Kontak antara serat optic dan   akrilik dimodelkan dengan keadaan tanpa gesekan (frictionless) dan dengan adanya gesekan dengan koefisien gesek tertentu. Kofisien gesek divariasikan sebesar 0,3, 0,5 dan 0,8.  Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan von Misses terbesar adalah sebesar 39,49 MPa untuk koefisien gesek 0,8 dan tegangan von Misses terendah adalah sebesar 37,33 MPa untuk keadaan tanpa gesekan.  Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien gesek tegangan von Misses pada akrilik akan semakin rendah dan tegangan von Misses pada serat optic akan semakin tinggi.
Keywords
akrilik; metode elemen hingga; koefisien gesek; serat optic; tegangan von Misses

Article Metrics: