PENGARUH KECEPATAN FLAME HEATING TERHADAP LAJU PERAMBATAN RETAK FATIK LAS BUSUR RENDAM PADA PENGELASAN BAJA ASTM A572 GRADE 50

*Rifky Ismail -  Staf pengajar Jurusan Teknik Mesin UNDIP, Indonesia
Sugiyanto Sugiyanto -  Staf pengajar Jurusan Teknik Mesin UNDIP, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles research
Language: EN
Full Text:
Statistics: 93 281
Abstract
Baja ASTM A572 Grade 50 merupakan baja paduan rendah yang banyak digunakan pada berbagai struktur.
Proses penyambungan dalam pembuatan struktur ini menggunakan las busur rendam (submerged arc weld) karena
tingkat efisiensi dan kehandalan yang tinggi. Kelemahan dari proses pengelasan ini adalah adanya tegangan sisa tarik
akibat proses pengelasan yang dapat mengakibatkan sambungan las mengalami patah fatik. Penelitian ini bertujuan
untuk mempelajari pengaruh kecepatan pemanasan pascapengelasan (PWHT) menggunakan flame heating terhadap
laju perambatan retak fatik sambungan las busur rendam baja ASTM A572 Grade 50.
Proses pengelasan busur rendam menggunakan heat input sebesar 1,5 kJ/mm dengan ketebalan pelat material
logam induk 10 mm. Pemanasan pasca pengelasan dilakukan dengan jarak 3,75 mm simeteri dari pusat las dengan
variasi kecepatan translasi 10,9; 4; 2,8; and 1,6 mm/s. Pengujian fatik dilakukan menggunakan stress level 20% dari
tegangan luluh, R = 0,1, dan frekuensi 11 Hz.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT menggunakan flame heating yang digerakkan dengan kecepatan
2,8 mm/s menaikkan umur fatik hingga 230 % dibandingkan dengan material tanpa perlakuan panas. Nilai konstanta A
dan n dari persamaan Paris didapat 1,77 E-16 dan 5,9853

Article Metrics: