skip to main content

Pengaruh Putaran Spindel dan Depth of Cut Material AISI 4140 untuk Pembuatan Bushing pada Proses Bubut Konvensional

*Arfan Halim  -  Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Indonesia
Ilmawan S  -  Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Indonesia
Dedy S  -  Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 ROTASI

Citation Format:
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan material terhadap proses permesinan dengan metode pembubutan tanpa media pendingin (kering) dan pembubutan dengan media pendingin (basah) pada proses pembuatan bushing sehingga dapat terwujud green machining untuk mengurangi biaya produksi. Dalam proses bubut, terdapat gaya pemotongan, yaitu gaya radial (gaya pada kedalaman pemotongan), gaya tangensial (gaya pada kecepatan potong), dan gaya longitudinal (gaya pada pemakanan). Faktor yang mempengaruhi gaya potong diantaranya yaitu kedalaman pemotongan (depth of cut), gerak pemakanan (feed rate), dan kecepatan pemotongan (cutting speed). Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, peneliti mengkontrol variabel bebas dalam arti bahwa peneliti mendesain dan mengatur perlakuan kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi putaran spindle (300 Rpm, 460 Rpm, dan 755 Rpm), feeding 0.104 mm/Rev dan kedalaman potong (0.2 mm, 0.6 mm dan 1mm). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa tingkat perubahan nilai kekerasan Hard Leeb Test material paling stabil pada proses pembuatan bushing adalah metode permesinan tanpa media pendingin (permesinan kering) dengan kecepatan putar spindle 755 Rpm dengan kedalaman pemotongan 0.2 mm dengan nilai kekerasan material 453HL. Sehingga aplikasi parameter permesinan kering dapat diterapkan di dalam kegiatan TEFA produksi bushing workshop Prodi Perawatan Mesin Politeknik Sinar Mas Berau Coal.
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.