SENI BUDAYA RIFA’IYAH: DARI SYI’AR AGAMA HINGGA SIMBOL PERLAWANAN (Menggali nilai-nilai seni budaya dalam Kitab Tarajumah dan Kehidupan Masyarakat Rifa’iyah)

*Muhamad Jaeni  -  Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan
Published: .
Open Access
Citation Format:
Abstract
Seni dan budaya yang masih berlaku dan sampai saat ini masih dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Rifa’iyah tidak dipahami semata-mata sebagai kegiatan yang menghibur akan tetapi bentuk seni dan budaya tersebut dijadikan oleh masyarakat Rifa’iyah sebagai media dakwah tentang nilia-nilai dan ajaran-ajaran agama. Bentuk-bentuk kesenian Rfa’iyah juga memiliki nilai historis, dimana ada sebagian bentuk kesenian yang merupakan bentuk atau simbol perlawanan kepada para penguasa (pemerintahan) yang dianggap tidak adil dan juga kepada kaum kolonial, dalam hal ini adalah penjajah Belanda. Di samping itu, bentuk kesenian dan budaya Rifa’iyah juga merupakan local identity di kalangan mereka sendiri bahkan menjadi pengikat kuat secara kultural di kalangan mereka. Di antara bentuk seni dan budaya Rifa’iayah yang masih ada adalah; Sya’ir-syair Jawa dalam kitab Tarajumah, Qashidahan dan Gamelan Pesantren (terbangan), Seni Kaligrafi Arab Pegon, Bentuk Pakaian dan Perumahan Jawa, dan Seni Batik Rifa’iyah. Semua bentuk seni dan budaya ini memiliki nilai historis dan makna sendiri-sendiri.
Keywords: Seni; Budaya; Rifa’iyah; Tarajumah

Article Metrics:

Last update: 2021-02-25 11:16:22

No citation recorded.

Last update: 2021-02-25 11:16:26

No citation recorded.