Pemanfaatan Susu Bubuk Kadaluwarsa dalam Complete Calf Starter dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi VFA dan Gula Sapih

*Sri Mukodiningsih  -  Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Subur Priyono Sasmito Budhi  -  Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Ali Agus  -  Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
A Astuti  -  Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Received: 21 Aug 2018; Published: 21 Aug 2018.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 243 600
Abstract
Peningkatan produksi susu dapat dilakukan melalui program cow replacement dengan pemeliharaan pedet yang optimal sebelum disapih. Hal ini dapat dicapai dengan pemberian pakan starter (calf starter dan sumber serat) bersama susu atau susu pengganti setelah lahir untuk mempercepat perkembangan rumen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji penggunaan susu bubuk kedaluwarsa sebagai binder dalam complete calf starter (CCS) dan pengaruhnya terhadap perkembangan retikulo-rumen pedet pra sapih. Materi yang digunakan jerami jagung, jagung kuning, bungkil kedelai, dedak halus, premix dan pedet PFH pra sapih umur 1-2 minggu, bobot badan ±32 kg. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 3 perlakuan. Perlakuan: I. Pellet 100% CCS (tanpa binder) (P0); II : Pellet 90% CCS + 10% susu bubuk kedaluwarsa (P10) ; III: Pellet 80% CCS + 20% susu bubuk kedaluwarsa (P20). Variabel yang diamati adalah kualitas kimia, fisik organoleptik (hardnees dan durability)  dan kualitas biologis (konsumsi, pertambahan bobot badan harian (pbbh), kadar gula dan VFA darah).  Data diolah dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji ganda Duncan. Uji biologis pada pedet umur 3 minggu, menghasilkan konsumsi, pbbh, konsentrasi gula dan VFA darah masih dalam kisaran normal.  Disimpulkan bahwa penggunaan susu bubuk kadaluwarsa hingga 20% dalam CCS dapat diberikan pada pedet PFH umur 2 minggu dan menghasilkan  indicator perkembangan rumen pedet yang baik

Article Metrics: