Aktivitas Antibakteri Rimpang Temu Putih (Curcuma mangga Vall)

*Purbowatiningrum Ria Sarjono -  Biochemistry Laboratory, Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1595 9871
Abstract

ABSTRAK---Penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis bahwa rimpang temu putih mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan menentukan KHTM (Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum). Rimpang temu putih diambil filtratnya kemudian dibagi tiga. Pertama langsung diuji aktivitasnya, kedua diotoklaf kemudian diuji aktivitasnya dan ketiga dikeringkan (bubuk). Ketiga filtrat tersebut diuji terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dengan metode kertas cakram. Aktivitas antibakteri filtrat rimpang temu putih tanpa otoklaf lebih tinggi dibanding yang diotoklaf. KHTM bakteri E.coli adalah 10 mg/mL dengan konsentrasi yang menghasilkan hambatan maksimum pada 50 mg/mL sebesar 6,83 mm. Filtrat rimpang temu putih dapat dipakai sebagai antibiotik terhadap penyakit yang disebabkan oleh E.coli.

 

Kata kunci: antibakteri, temu putih, Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM)

Article Metrics: