ALAT UJI VISKOSITAS BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS BERBASIS TEKNOLOGI INFRARED

*Khairul Muhammad -  Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
Anton Yudhana -  Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
Dikirim: 16 Jun 2019; Diterbitkan: 31 Agu 2019.
Akses Terbuka Copyright (c) 2019 Transmisi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel Jurnal
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 50 31
Sari
Alat uji viskositas dalam penelitian ini adalah suatu teknologi infrared untuk menguji tingkat kekentalan minyak biodiesel. Penelitian ini difokuskan untuk menguji biodiesel dari minyak goreng bekas. Telah berhasil dirancang alat uji viskositas dengan memanfaatkan teknologi infrared. Sensor infrared menggunakan LED photodiode dan bagian board microcontroller menggunakan Atmega 328. Sensor infrared berfungsi untuk mendeteksi lewatnya kelereng di dalam tabung yang selanjutya dijadikan rujukan untuk mendapatkan nilai waktu tempuhnya. Metode yang digunakan pada pengujian viskositas ini adalah metode jatuhan kelereng  ke dalam minyak. Kelereng dimasukkan ke dalam tabung yang berisi minyak dan dihitung waktu tempuh  kelereng sampai ke dasar tabung. Tujuan alat ini dirancang untuk mempermudah dalam perhitungan waktu tempuh  yang selama ini dengan cara manual memanfaatkan stopwatch Waktu tempuh yang didapatkan tersebut menjadi dasar untuk penghitungan viskositas minyak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tiga sampel biodiesel dari minyak yang berbeda. Ketiga minyak tersebut adalah biodiesel minyak kelapa, biodiesel minyak goreng, dan biodiesel minyak jelantah, dengan jumlah pengujian masing-masing sebanyak 20 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai viskositas dengan sampel biodiesel minyak kelapa 0,0044398 kg/m.s, sampel biodiesel minyak goreng 0,035651 kg/m.s, dan  biodiesel minyak jelantah 0,05302 kg/m.s. Perbandingan akhir dengan perhitungan secara manual  telah didapatkan didapatkan rata-rata kesalahan relatif sebesar 4,76%.
Kata Kunci
sensor infrared; arduino uno; viskositas biodiesel;

Article Metrics:

  1. . I. W. Suirta, “Preparasi Biodiesel Dari Minyak Jelantah Kelapa Sawit,” J. Kim., vol. 3, no. 1, pp. 1–6, 2009.
  2. . H. . Syamsidar, “Pembuatan dan uji kualitas biodiesel dari minyak jelantah,” pp. 209–218, 2010.
  3. . T. B. Ariani, Farida, Ginting, Elizabet, Sitorus, “Karakteristik Pengaruh Biodiesel Dari Limbah Sawit Cair Terhadap Unjuk Kerja Mesin Diesel Empat Langkah,” J. Pendidik. Teknol. dan Kejuru., vol. 02, no. 16, pp. 32–39, 2014.
  4. . D. K. Sari, A. Sundaryono, and D. Handayani, “Uji Biofuel Hasil Perengkahan Metil Ester dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit Dengan Katalis MoNi/HZ,” Alotrop, vol. 1, no. 2, 2017.
  5. . A. S. Irtawaty and M. Ulfah, “Alat Penjernih Minyak Goreng dan Pembuatan Biodiesel Otomatis Menggunakan Metode K-Means Berbasis Arduino Mega 2560,” in PROSIDING SNITT POLTEKBA, 2018, pp. 116–122.
  6. . Sukarno, “Studi Pengaruh Pencampuran Aditif Terhadap Viskositas Biodiesel Pada Suhu Rendah,” Universitas Diponegoro, 2012.
  7. . S. Kim, K. C. Kim, and E. Yeom, “Microfluidic method for measuring viscosity using images from smartphone,” Opt. Lasers Eng., vol. 104, no. May, pp. 237–243, 2018.
  8. . A. H. Sarapardeh, S. M. J. Majidi, B. Mahmoudi, A. S. A. Ramazani, and A. H. Mohammadi, “Experimental measurement and modeling of saturated reservoir oil viscosity,” Korean J. Chem. Eng., vol. 31, no. 7, pp. 1253–1264, 2014.
  9. . I. Panagiota, Kanaveli, M. Atzemi, and E. Lois, “Predicting The Viscosity of Diesel/Biodiesel Blends,” Fuel, vol. 199, no. 1 July, pp. 248–263, 2017.
  10. . X. Meng, M. Jia, and T. Wang, “Neural network prediction of biodiesel kinematic viscosity at 313 K,” Fuel, vol. 121, no. 1 April, pp. 133–140, 2014.
  11. . J. . Tang, “Measurements of fluid viscosity using a miniature ball drop device,” Rev. Sci. Instrum., vol. 87, no. 5, 2016.