APLIKASI METODE KODE RANTAI UNTUK MENGHITUNG PANJANG PERBATASAN DAERAH DAN LUAS PULAU DI INDONESIA

*Alia Rizkinawati -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Imam Santoso -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Ajub Ajulian Zahra -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
##plugins.themes.mpgUndip.submission.published##: 21 Mei 2015.
Akses Terbuka
Sari

Abstrak

 

Kode rantai merupakan salah satu metode pada pengolahan citra digital yang mampu merepresentasikan kurva, garis atau kontur dari suatu bidang dan dapat menentukan faktor bentuk dari suatu objek. Selain itu, kode rantai pula dapat diterapkan untuk menentukan panjang dan luas suatu objek berdasarkan jarak. Kode rantai menghasilkan kode-kode berupa deretan angka berdasarkan arah mata angin. Dalam Penelitian ini, metode kode rantai diaplikasikan untuk menentukan nilai panjang perbatasan daerah dan luas suatu pulau yang berbentuk citra satelit. Citra ini diperoleh dari program aplikasi Google Earth. Adapun tolak ukur keberhasilan adalah perbandingan hasil perhitungan kode rantai dengan nilai data sebenarnya. Sebelum diujikan, citra ini dilakukan prapengolahan terlebih dahulu agar mendapatkan citra yang bisa dibaca oleh kode rantai. Disini untuk pengujian dilakukan beberapa variasi, yaitu variasi bentuk pulau (kontur tertutup), variasi skala bentuk pulau (kontur tertutup), variasi garis perbatasan daerah (kontur terbuka), variasi posisi objek dan variasi jenis file. Dari hasil pengujian didapat nilai presentase kesalahan minimum sebesar 0,126% pada variasi bentuk pulau, nilai presentase kesalahan maksimum sebesar 16,588% pada variasi skala pulau (kontur tertutup), dan nilai rata-rata kesalahan sebesar 69,811% pada variasi pulau (kontur tertutup).

Kata Kunci: Pulau, Perbatasan Daerah, Citra Satelit, Panjang, Luas, Kode Rantai

 

 

Abstract

 

Chain Codes is one of the techniques in image analysis that is able to represent lines, curves or contour of an area, and determine the shape factor of an object. Further more chain codes can be applied to count length and perimeter of object based on distance. Chain code creates the codes which contains number sequence based on wind direction. In this research, chain codes are applied to count length and perimeter of area border and islands wide which is satellite images. The objects captured from Google Earth. Meanwhile, the success parameter was the comparison of length and wide between chain code’s result and real wide number. In this program, there were some variation tests, those were the island shape variation (closed contours), island scale variations (closed contours), area border variations (opened contours), position variations and files variations. Based on test result, with got minimum error percentage by 0,126% from islands shape variations, maximum error percentage by 69,811%, from island scale variations and mean error percentage by 2,486% from island shape variations.

Keywords: Islands, Area Border, Satellite Image, Length, Wide, Chain Code

Other format:

Article Metrics:

Article Info
Bagian: Artikel Jurnal
Bahasa: EN
Teks Lengkap:
Statistik: 325 959