OPTIMASI PENJADWALAN PADA PEMBANGKIT DI JARINGAN 500 kV JAWA-BALI UNTUK MENGURANGI EMISI CO2 MENGGUNAKAN MATPOWER 5.0

*Hadi Sutanto -  Program Studi Magister Teknik Sistem Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jalan Teknika Utara No.3 (Timur PAU UGM), Barek, Yogyakarta 55281, Indonesia
Tarcisius Haryono -  Program Studi Magister Teknik Sistem Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jalan Teknika Utara No.3 (Timur PAU UGM), Barek, Yogyakarta 55281, Indonesia
Ahmad Agus Setiawan -  Program Studi Magister Teknik Sistem Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jalan Teknika Utara No.3 (Timur PAU UGM), Barek, Yogyakarta 55281, Indonesia
Diterbitkan: 14 Des 2015.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel Jurnal
Bahasa: EN
Teks Lengkap:
Statistik: 267 319
Sari

Energi listrik merupakan salah satu elemen penting dalam  menunjang pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan energi listrik yang semakin besar dapat meningkatkan gas rumah kaca yang berakibat pada perubahan iklim secara global. Oleh sebab itu dibutuhkan sistem tenaga listrik yang dapat menekan emisi CO2. sistem tenaga listrik yang baik selain memperhatikan sektor ekonomis dan keandalan, juga harus memperhatikan dampak lingkungan..Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem tenaga listrik 500 kV Jawa-Bali lebih ekonomis, andal dan berwawasan lingkungan. Dengan melakukan proses optimasi  penjadwalan pembangkit akan diperoleh sistem tenaga listrik 500 kV Jawa-Bali yang ekonomis, andal dan rendah emisi CO2. Faktor ekonomis, andal dan rendah emisi CO2 dapat diperoleh dari karakteristik biaya operasional, faktor penalti dan emisi CO2 tiap pembangkit listrik.  Simulasi ini akan dimodelkan dengan menggunakan software Matpower 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi optimal sistem tenaga listrik 500 kV dapat mengurangi emisi sebesar 1.235,86 tCO2, mengurangi rugi-rugi daya (losses) sebesar 40,809 MW, dan mengurangi  biaya reduksi emisi CO2 sebesar Rp. 285.978.004,00-. Dengan demikian proses penjadwalan pembangkit perlu dilakukan dengan memperhatikan karakteristik biaya operasional, faktor penalti dan emisi CO2.

 

Kata kunci: optimasi penjadwalan pembangkit listrik, faktor penalti, emisi CO2,   Matpower 5.0
Kata Kunci
optimasi penjadwalan pembangkit listrik, faktor penalti, emisi CO2, Matpower 5.0

Article Metrics: