Biaya Pengurangan (Marginal Abatement Cost) Emisi Gas Rumah Kaca(GRK) Sektor PErtanian di Kabupaten Grobogan dan Tanjung Jabung Timur

DOI: https://doi.org/10.14710/jil.14.1.39-49

Article Info
Submitted: 11-09-2016
Published: 15-04-2016
Section: Research Article

ABSTRAK

Komitmen Pemerintah Indonesia untuk penurunan emisi GRK sebesar 26% sampai 2020, melibatkan keikutsertaan daerah secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis opsi-opsi mitigasi pada pengelolaan lahan sawah yang mungkin dilakukan dengan menggunakan pendekatan Marginal Abatement Cost atau biaya pengurangan emisi yang berprinsip pada pemilihan aksi mitigasi dengan biaya rendah dan potensi penurunan yang besar. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi pada tahun 2013 untuk analisis tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan teknologi mitigasi yang berpotensi besar menurunkan emisi GRK dengan biaya rendah di Kabupaten Grobogan adalah penerapan teknik budidaya padi dengan penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan penggantian varietas padi dengan varietas padi yang rendah emisi GRK. Sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, teknologi ameliorasi dengan kompos, pupuk kandang dan penerapan teknologi tanpa olah tanah+tanam benih langsung merupakan teknologi mitigasi yang memiliki potensi besar menurunkan emisi dengan biaya yang rendah.

Kata kunci: pertanian, gas rumah kaca, biaya pengurangan emisi, mitigasi

ABSTRACT

The Indonesian government's commitment to decrease GHG emissions by 26 % until 2020, actively involve local government’s participation. This study aims to analyze mitigation options inpaddy fields management that may be performed by using the approach of Marginal Abatement Cost with the principle of selecting mitigation actions with low cost and high potential emission decrease. Locations were selected purposively in Grobogan Central Java Province and East Tanjung Jabung Jambi in 2013 for 2011 data analysis. The results show mitigation activity such as low methane rice varieties and Integrated Crop Management could be applied at Grobogan with low cost, while using amelioration such as compost or manure and non tillage+direct seeded could be applied at East Tanjung Jabung with low cost as well.

Keywords: agriculture, greenhouse gas, marginal abatement cost, mitigation

Cara sitasi: Arianti, M., Setyanto, P., Ardiansyah, M. (2016). Biaya Pengurangan (Marginal Abatement Cost) Emisi Gas Rumah Kaca(GRK) Sektor PErtanian di Kabupaten Grobogan dan Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),39-49, doi:10.14710/jil.14.1.39-49

  1. Miranti Ariani 
    Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Pati , Indonesia
  2. P. Setyanto 
    Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Pati , Indonesia
  3. M. Ardiansyah 
    Climate Change Risk and Opportunity Management in South East Asia, Institut Pertanian Bogor