ANALISIS IDENTIFIKASI MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN RISK PRIORITY NUMBER (RPN) PADA SUB ASSEMBLY LINE (Studi Kasus : PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia)

DOI: https://doi.org/10.12777/j@ti.12.2.77-84
Article Info
Submitted: 18-07-2017
Published: 17-07-2017
Section: Case Studies

Tingkat kegagalan (defect) merupakan suatu permasalahan yang selalui diupayakan untuk diminimasi oleh suatu perusahaan guna meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan, begitu pula yang dilakukan oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT. TMMIN) yang berkonsisten dalam menghasilkan produk berkualitas. Mengetahui bahwa pada Tahun 2016 terdapat defect GAP sebesar 50 ppm, maka perusahaan perlu melakukan identifikasi terhadap  kegagalan yang terjadi di perusahaan. FMEA merupakan salah satu metode yang secara terperinci melakukan identifikasi dan analisis terhadap moda kegagalan hingga dapat diketahui penyebab dan dampak dari tiap kegagalan yang ada, sehingga didapatkan usulan perbaikan yang tepat. Studi kasus menggunaan FMEA pada PT. TMMIN menunjukkan adanya berbagai moda kegagalan pada assembly-line hingga diketahui alternatif perbaikan untuk setiap kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan. Kegagalan yang menjadi prioritas tersebut dapat terlihat dalam bentuk Risk Priority Number (RPN). Berdasarkan RPN yang dihasilkan, didapatkan kegagalan prioritas untuk assemblyiline pada PT. TMMIN adalah adanya kesalahan pemasangan part, kegagalan akibat adanya benda asing pada part, dan kegagalan pada kesalahan perakitan piston.

 

Abstract

The failure rate is a problem that has always attempted to be minimized by a company in order to improve the quality of products, and also were conducted by oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT. TMMIN) which is consistent in producting a quality product.  Knowing that in 2016 there is a defect GAP at 50 ppm, PT. TMMIN needs to identify the failures that occur in their company. FMEA is a method to identify and analyze the failure modes in detail that can able to know the cause and impact of each failures, so we get the proper repairment. FMEA that is used in PT. TMMIN case study indicate various modes of failure in assembly-line, then known the alternatives to repair for any prioritize failures. The priorities failures can be seen in the Risk Priority Number (RPN). Based on the RPN resulting, we can obtain the priority failures in  assembly-line of PT. TMMIN that are about the part installation errors, failures due to foreign objects in the part, and the failure of the piston assembly errors.

Keywords

Cacat (Defect), FMEA, RPN, Kualitas, Manajemen Resiko

  1. Nia Budi Puspitasari 
    Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof H. Soedharto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 , Indonesia
  2. Ganesstri Padma Arianie 
    Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof H. Soedharto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 , Indonesia
  3. Purnawan Adi Wicaksono 
    Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof H. Soedharto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 , Indonesia