Hubungan Lama Pemberian Terapi Anti Retroviral dengan Komposisi Tubuh pada Pasien HIV

*Muji Mulyati  -  Bagian Gizi,Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hertanto Wahyu Subagio  -  Progran Pendidikan Spesialis Dokter Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muchlis Achsan Udji  -  Bagian Gizi,Fakultas Kedokteran,Universitas Diponegoro
Published: 13 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang

Perkembangan terapi anti retroviral ARV telah mengurangi angka kematian penderita HIV. Perubahan komposisi tubuh dan metabolik yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama pemberian terapi ARV dengan komposisi tubuh pada pasien HIV.

Metode

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah Pasien usia > 19 tahun yang menderita HIV dan mendapatkan terapi ARV di poliklinik VCT RSUP Dr. Kariadi Semarang pada 26 September – 26 Oktober 2016. Pasien dianamnesis untuk melengkapi data identitas, pemeriksaan lipodistrofi dan pengukuran menggunakan BIA untuk menghitung massa lemak tubuh.

Hasil

Analisis statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p=0,018) antara usia dengan komposisi tubuh (presentase lemak tubuh). Sementara variabel lama terapi ARV tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan komposisi tubuh. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama pemberian terapi ARV dengan lipodistrofi pada pasien HIV dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lipodistrofi dengan komposisi tubuh pada pasien HIV.

Simpulan

Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lipodistrofi dengan komposisi tubuh pada pasien HIV.

Kata kunci: HIV, komposisi tubuh, lipodistrofi

Article Metrics:

Last update: 2021-03-01 14:51:10

No citation recorded.

Last update: 2021-03-01 14:51:10

No citation recorded.