Analisa Hubungan Panjang dengan Berat Ikan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede) Pada Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) di Kawasan Sea Farming Kepulauan Seribu

*Diana Nasti -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
S Sunarno -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sapto Purnomo Putro -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 13 Aug 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 345 159
Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan panjang dan berat ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) pada sistem keramba jaring apung (KJA) Integrated multi trophic aquaculture (IMTA) dan Monokultur. Keramba jaring apung IMTA diaplikasikan pada Stratified double net cage (SDNC). Penelitian ini dilakukan di kawasan Sea Farming Karang Lebar kepulauan Seribu, di dua lokasi yaitu : lokasi A adalah kawasan budidaya sistem IMTA dengan jenis biota ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) dan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus,Forsskal). Lokasi B adalah kawasan budidaya monokultur dengan jenis biota bawal bintang (Trachinotus Blochii). Hasil penelitian analisa hubungan panjang dan berat ikan di kedua lokasi menunjukan pola alometrik positif  b > 3, dan berdasarkan kondisi fisik dan kimia perairan laut dari kedua lokasi penelitian terdapat perbedaan namun, secara umum masih menunjukkan dalam kisaran normal yaitu konduktivitas berkisar antara 4,53 – 5,05 mS/cm, kecerahan berkisar antara 23,21 – 25,50 mg/l, turbiditas berkisar antara 19,89 – 27,00 mg/l, Dissolved Oxygen (DO) berkisar pada 6,09 – 7,50 mg/L, salinitas berkisar antara 25,09 – 32,37ppt, pH berkisar antara 7,21 – 7,96 dan temperatur berkisar antara 29,33 – 31,40 oC.

 

Kata kunci :  Bawal bintang (Trachinotus blochii), IMTA, Monokultur, pola pertumbuhan

Article Metrics: