skip to main content

Kandungan Logam Berat Seng pada Enhalus acoroides di Perairan Jepara

Bagus Apriana Putra  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Adi Santoso  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Ita Riniatsih  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2019 BULETIN OSEANOGRAFI MARINA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Lamun adalah tanaman air yang berbunga (Antophyta) dan mempunyai kemampuan adaptasi untuk hidup dan tumbuh di lingkungan laut.Enhalus acoroidesmerupakan jenis lamun yang banyak tumbuh di sekitar perairan Teluk Awur dan Pulau Panjang. Kegiatan manusia meliputi pertanian, industri mebel, pariwisata, dan kegiatan nelayan  di Teluk Awur dan Pulau Panjang diduga menjadi sumber logam berat Seng (Zn). Keberadaan lamun di laut dapat menjadi bioindikator pencemaran logam berat karena menyerap dan mengakumulasi bahan pencemar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan membandingkan kandungan logam berat seng (Zn)pada lamun Enhalus acoroides (akar dan daun), pada air dan pada sedimen di Teluk Awur dan Pulau Panjang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel lamun Enhalus acoroides, air, dan sedimen.Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, kecerahan, pH dan arus diukur secara in situ. Hasil penelitian menunjukkan nilai akumulasi Zn pada akar Enhalus acoroides  di Teluk Awur berkisar antara 0,98–1,27 mg/l dan pada daun 0,4–0,89 mg/l, sedangkan akumulasi logam berat Zn pada akar Enhalus acoroides di Pulau Panjangberkisar antara 0,78–1,01 mg/l dan pada daun 0,34–0,75 mg/l. Kemampuan lamun Enhalus acoroides yang ada di Teluk Awur dan Pulau Panjang dalam mengakumulasi logam berat Zn termasuk dalam kategori rendah dengan nilai faktor biokonsentrasi rata-rata <250.

 

 

Seagrass is a flowering water plant (Antophyta) and can adapt to live and grow in the marine environment. Enhalus acoroides is a type of seagrass that grows around Teluk Awur and Panjang Island. All human activities including agriculture, tourism, and fishing activities in Teluk Awur and Panjang Island may be the source of heavy metals Zinc (Zn). The presence of seagrass in the sea can be a bioindicator of heavy metal pollution due to absorb and accumulate contaminants. The purposes of this research were to know and compare the content of heavy metals (Zn in seagrass Enhalus acoroides (root and leaf), on water and in sediments in Teluk Awur and Panjang Island.  This research used the descriptive method, while the method of determining the location used purposive sampling method. The material used in this research were the samples of Enhalus acoroides, water, and sediment. Environmental parameters such as temperature, salinity, dissolved oxygen, clarity, pH and current flow were determined in situ. The results showed the value of the accumulation of heavy metal Zn from the root of Enhalus acoroides in Teluk Awur ranging between 0.98–1.27 mg/l and 0.41–0.89 mg/l from the leaves, while the accumulation of heavy metal Zinc (Zn) from the root of Enhalus acoroides in Panjang Island range between 0,78–1.01 mg/l and 0.34–0.75 mg/l from the leaves. The ability of Enhalus acoroides in Teluk Awur and Panjang Island to accumulate the heavy metals Zn were low category because of bioconcentrating factor value <250.

 

Fulltext View|Download
Keywords: Enhalus acoroides; Seng; Teluk Awur; Pulau Panjang;

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.