Pemanfaatan Data Angin Untuk Karakteristik Gelombang Laut Di Perairan Natuna Berdasarkan Data Angin tahun 2009 - 2018

*Ary Afriady -  Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Indonesia
Tasdik Mustika Alam -  Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Indonesia
Mochamad Furqon Mustika Azis Ismail -  Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indonesia
Received: 5 Sep 2019; Published: 4 Oct 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 Buletin Oseanografi Marina
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 73 71
Abstract

Analisis data angin dilakukan untuk meramalkan dan menentukan karakteristik gelombang laut di perairan Pulau Natuna. Data angin yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP) selama 10 tahun dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2018. Metoda yang digunakan untuk estimasi tinggi, periode dan arah gelombang laut yang dibangkitkan oleh angin adalah metode Svedrup, Munk dan Bretschneider (SMB). Hasil perhitungan peramalan karakteristik gelombang diperoleh bahwa pembentukan gelombang didominasi oleh arah yang berasal dari timur laut dan terjadi pada musim barat dan musim peralihan 1. Adapun pada musim timur dan peralihan, arah dominan gelombang masing-masing berasal dari selatan dan barat daya. Tinggi gelombang maksimum 1,0-1,4 m sering terjadi pada musim musim timur, adapun tinggi gelombang minimum 0,2-0,6 m dominan terjadi pada musim musim peralihan. Periode gelombang dominan ditemukan pada kisaran 7-9 detik yang terjadi pada tiap musim.

 

 

The analysis of wind data has been done to forecast and determine the characteristic of the ocean wave in Natuna Island waters. The wind data in this study came from the National Centers for Environmental Prediction (NCEP) for a period of 10 years from 2009 to 2018. The method to estimate wave height, wave period, and wave direction generated by wind is Sverdrup, Munk dan Bretschneider (SMB) system. The results of wave forecasting analysis show that the formation of the wave is mainly originated from the northeast which occurs during the west and first transition season. As for the east and second transition season, the origin of wave formation coming from the south and southwest, respectively. The maximum wave height of 1.0-1.4 m frequently occurs during the east monsoon, while the minimum wave height. The dominant wave period is found in the range of 7-9 seconds, which occurs in every season. 

Keywords
angin; gelombang laut; Pulau Natuna; monsun

Article Metrics: