skip to main content

Identifikasi Variabilitas Suhu Permukaan Laut dan Klorofil- A serta Intensitas Upwelling di Selat Makassar

*Kunarso Kunarso scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Surya Risky Graharto  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Yulina Wulandari  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2022 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Selat Makassar secara geografis terletak diantara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Kondisi perairan di Selat Makassar dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan sistem angin muson. Hal ini menyebabkan Selat Makassar memiliki dinamika yang kompleks dan terjadi fenomena upwelling sehingga berpengaruh terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a. Kajian tentang upwelling di Selat Makassar telah banyak dilakukan, namun kajian mengenai intensitas upwelling berdasarkan variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan periode data dalam jangka waktu yang panjang belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a musiman serta intensitas dan tipe upwelling di Selat Makassar. Data yang digunakan diantaranya adalah data suhu permukaan laut, klorofil-a, dan angin yang berasal dari citra Aqua MODIS Level 3 selama periode tahun 2007 hingga 2017. Data-data tersebut diolah secara klimatologi dan dianalisis dengan data pendukung berupa data angin sehingga diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai objek yang diteliti. Berdasarkan hasil pengolahan data, variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a di Selat Makassar dipengaruhi oleh angin musim. Pola pergerakan dan kecepatan angin yang tinggi diikuti dengan penurunan SPL serta peningkatan konsentrasi klorofil-a mengindikasikan fenomena upwelling terjadi di Selat Makassar bagian Selatan Pulau Sulawesi. Hal ini ditunjukkan dari tingkat korelasi kuat antara angin terhadap SPL dan klorofil-a dengan masing-masing nilai korelasi (r) -0,872 dan 0,771. Upwelling yang terjadi di Selat Makassar dimulai pada bulan Mei-Oktober dan termasuk tipe upwelling berkala. Intensitas Upwelling sangat kuat terjadi pada bulan Agustus dengan nilai SPL 26,31°C dan konsentrasi klorofil-a sebesar 2,33 mg/m3 serta mencapai puncak terluas sebesar 51.175,75 km2.

 

 

The Makassar Strait is geographically located between the islands of Kalimantan and Sulawesi. The condition of the waters in the Makassar Strait is influenced by the Indonesian Throughflow (ARLINDO) and  monsoon wind system. This causes the Makassar Strait has complex dynamics including the upwelling phenomenon that affects the variability of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a. There have been many studies about upwelling in the Makassar Strait, but studies on the intensity of upwelling based on the variability of sea surface temperature and chlorophyll-a with long-term data periods were absent. The purpose of this study was to determine the variability of sea surface temperature and seasonal chlorophyll-a as well as the intensity and type of upwelling in the Makassar Strait. The data used including sea surface temperature, chlorophyll-a, and wind data derived from Aqua MODIS satellite Level 3 for the period 2007 to 2017. These data are processed climatologically and analyzed with supporting data i.e., the wind data. Based on data processing results, variability of sea surface temperature and chlorophyll-a in the Makassar Strait is affected by monsoon systems. The increasing wind speed is followed by decreasing of SST and increasing of chlorophyll-a concentration indicating upwelling phenomenon in the Makassar Strait, precisely at Southern Sulawesi Island. The strong correlation between wind and SST and chlorophyll-a are demonstrated with correlation values (r) -0.872 and 0.771. Upwelling occurrence in the Makassar Strait starts from May to October and is a periodic upwelling type. The intensity of upwelling was very strong in August with an SST value of 26.31 ° C and a chlorophyll-a concentration of 2.33 mg / m3 and reached the widest area of 51,175.75 km2.

Fulltext View|Download
Keywords: Variabilitas upwelling; SPL; klorofil-a; angin; Selat Makassar

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-07-14 16:55:48

No citation recorded.