skip to main content

Dinamika Stok Ikan Tongkol (Auxis rochei) di Laut Banda

*Friesland Tuapetel orcid scopus  -  Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Indonesia
Imanuel VT Soukotta  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Indonesia
Junita Supusepa orcid scopus  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Ikan tongkol (Auxis rochei) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi, namun peningkatan tekanan penangkapan berpotensi menurunkan keberlanjutan stok. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi stok melalui analisis Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), upaya penangkapan optimum (Eopt), serta kelayakan ekonomi dengan menggunakan Model Fox dan Schaefer. Data penelitian dikumpulkan selama tahun 2023 dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon. Analisis dilakukan melalui perhitungan CPUE berdasarkan data hasil tangkapan dan penerapan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara CPUE dan effort, dengan nilai koefisien determinasi berkisar antara 0,87–0,97. Estimasi MSY berdasarkan Model Fox dan Schaefer masing-masing mencapai 70.087 ton dan 158.027 ton dengan Eopt sebesar 13 dan 45 trip. Tingkat pemanfaatan stok saat ini masih berada pada kategori underfished, ditunjukkan oleh nilai jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) yang tinggi dibandingkan tangkapan aktual. Analisis MEY pada Model Fox menunjukkan efisiensi usaha tertinggi terjadi pada bulan Juni. Fluktuasi hasil tangkapan dipengaruhi oleh variasi musim dan dinamika oseanografi. Oleh karena itu, strategi pengelolaan perikanan tongkol di Laut Banda perlu difokuskan pada pengendalian upaya dan pengaturan musim penangkapan.

 

 

 

 

Skipjack tuna (Auxis rochei) is an economically valuable pelagic fishery resource, yet increasing fishing intensity may pressure long-term stock sustainability. This study aimed to evaluate skipjack tuna stock status through analyses of Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), and optimal fishing effort (Eopt) using the Fox and Schaefer surplus production models. Data were collected throughout 2023 from the Maluku Provincial Marine and Fisheries Office and the Ambon Nusantara Fishing Port. Stock assessment was conducted by estimating CPUE from landing data and applying linear regression to examine relationships between fishing effort and stock indicators. The results showed a strong negative relationship between CPUE and fishing effort, with coefficients of determination ranging from 0.87 to 0.97. MSY estimates from the Fox and Schaefer models were 70,087 tons and 158,027 tons, corresponding to optimal fishing efforts of 13 and 45 trips. The current exploitation level was classified as underfished, as actual catches remained below the Total Allowable Catch. Therefore, management of skipjack tuna fisheries in the Banda Sea should emphasize fishing effort regulation and seasonal controls to support ecological sustainability and long-term economic benefits for fisheries.

Fulltext View|Download
Keywords: CPUE; Eopt; MSY; MEY; JTB

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-02-11 18:37:02

No citation recorded.