skip to main content

Kontaminasi Mikroplastik dan Perubahan Histologis Organ Ikan sebagai Indikator Biomonitoring Pencemaran Pesisir di Pulau Baai, Provinsi Bengkulu

*Dian Fita Lestari  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Santi Nurul Kamilah  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Yulia Fitriani  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
LutfiaAzka Hani  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Asri Jade Larisa  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Ibranio Risditama  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Hengki Turnando  -  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Mikroplastik (<5 mm) merupakan polutan emergen di ekosistem perairan yang berpotensi menimbulkan efek toksik pada organisme akuatik, termasuk gangguan fisiologis, stres oksidatif, dan peningkatan mortalitas ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis cemaran mikroplastik serta gambaran histologis organ insang dan usus ikan di perairan Pulau Baai, Provinsi Bengkulu. Analisis mikroplastik menggunakan larutan KOH 10%, sedangkan histologi menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Sampel ikan terdiri atas empat spesies, yaitu tongkol, selar, gulama, dan kape-kape, masing-masing sebanyak 20 ekor. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan mikroplastik pada kedua organ dengan kelimpahan berkisar 98–287 partikel/gram; jumlah tertinggi ditemukan pada ikan tongkol dengan rata-rata 139 partikel/gram. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi meliputi filamen, fragmen, dan film, dengan filamen sebagai bentuk dominan. Warna mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah hitam dan transparan. Analisis histologis insang menunjukkan perubahan struktural berupa hiperplasia, pengangkatan epitelium, pemendekan lamela sekunder, fusi lamela primer, edema, dan lisis. Histologis usus menunjukkan kerusakan berupa lisis, erosi vili, abnormalitas sel goblet, serta terlepasnya epitel mukosa dari lamina propria. Kerusakan struktur jaringan tersebut dapat dipengaruhi adanya tekanan lingkungan di perairan laut Bengkulu yang diduga dipengaruhi oleh paparan berbagai bahan pencemar, termasuk mikroplastik sebagai salah satu kontaminan potensial di ekosistem perairan.

Keywords: biomonitoring; ikan konsumsi; kontaminasi pesisir; mikroplastik; perairan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-05-26 21:23:15

No citation recorded.