BibTex Citation Data :
@article{BULOMA76312, author = {Dian Lestari and Santi Nurul Kamilah and Yulia Fitriani and LutfiaAzka Hani and Asri Jade Larisa and Ibranio Risditama and Hengki Turnando}, title = {Kontaminasi Mikroplastik dan Perubahan Histologis Organ Ikan sebagai Indikator Biomonitoring Pencemaran Pesisir di Pulau Baai, Provinsi Bengkulu}, journal = {Buletin Oseanografi Marina}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {biomonitoring; ikan konsumsi; kontaminasi pesisir; mikroplastik; perairan}, abstract = { Mikroplastik (<5 mm) merupakan polutan emergen di ekosistem perairan yang berpotensi menimbulkan efek toksik pada organisme akuatik, termasuk gangguan fisiologis, stres oksidatif, dan peningkatan mortalitas ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis cemaran mikroplastik serta gambaran histologis organ insang dan usus ikan di perairan Pulau Baai, Provinsi Bengkulu. Analisis mikroplastik menggunakan larutan KOH 10%, sedangkan histologi menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Sampel ikan terdiri atas empat spesies, yaitu tongkol, selar, gulama, dan kape-kape, masing-masing sebanyak 20 ekor. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan mikroplastik pada kedua organ dengan kelimpahan berkisar 98–287 partikel/gram; jumlah tertinggi ditemukan pada ikan tongkol dengan rata-rata 139 partikel/gram. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi meliputi filamen, fragmen, dan film, dengan filamen sebagai bentuk dominan. Warna mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah hitam dan transparan. Analisis histologis insang menunjukkan perubahan struktural berupa hiperplasia, pengangkatan epitelium, pemendekan lamela sekunder, fusi lamela primer, edema, dan lisis. Histologis usus menunjukkan kerusakan berupa lisis, erosi vili, abnormalitas sel goblet, serta terlepasnya epitel mukosa dari lamina propria. Kerusakan struktur jaringan tersebut dapat dipengaruhi adanya tekanan lingkungan di perairan laut Bengkulu yang diduga dipengaruhi oleh paparan berbagai bahan pencemar, termasuk mikroplastik sebagai salah satu kontaminan potensial di ekosistem perairan. }, issn = {2550-0015}, pages = {341--354} doi = {10.14710/buloma.v15i2.76312}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/76312} }
Refworks Citation Data :
Mikroplastik (<5 mm) merupakan polutan emergen di ekosistem perairan yang berpotensi menimbulkan efek toksik pada organisme akuatik, termasuk gangguan fisiologis, stres oksidatif, dan peningkatan mortalitas ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis cemaran mikroplastik serta gambaran histologis organ insang dan usus ikan di perairan Pulau Baai, Provinsi Bengkulu. Analisis mikroplastik menggunakan larutan KOH 10%, sedangkan histologi menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Sampel ikan terdiri atas empat spesies, yaitu tongkol, selar, gulama, dan kape-kape, masing-masing sebanyak 20 ekor. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan mikroplastik pada kedua organ dengan kelimpahan berkisar 98–287 partikel/gram; jumlah tertinggi ditemukan pada ikan tongkol dengan rata-rata 139 partikel/gram. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi meliputi filamen, fragmen, dan film, dengan filamen sebagai bentuk dominan. Warna mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah hitam dan transparan. Analisis histologis insang menunjukkan perubahan struktural berupa hiperplasia, pengangkatan epitelium, pemendekan lamela sekunder, fusi lamela primer, edema, dan lisis. Histologis usus menunjukkan kerusakan berupa lisis, erosi vili, abnormalitas sel goblet, serta terlepasnya epitel mukosa dari lamina propria. Kerusakan struktur jaringan tersebut dapat dipengaruhi adanya tekanan lingkungan di perairan laut Bengkulu yang diduga dipengaruhi oleh paparan berbagai bahan pencemar, termasuk mikroplastik sebagai salah satu kontaminan potensial di ekosistem perairan.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-05-26 21:23:15
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to BULOMA as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
BULOMA journal and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in BULOMA are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Buloma is published by Departement of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License