skip to main content

Analisis Kesesuaian Perairan Pulau Nyamuk Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii)

*Desti Setiyowati  -  Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Nahdatul Ulama Jepara, Indonesia
Arif Mustofa  -  Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Nahdatul Ulama Jepara, Indonesia
Nurcahyo Kursistiyanto  -  Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Nahdatul Ulama Jepara, Indonesia
Luky Mudiarti  -  Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Nahdatul Ulama Jepara, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas perikanan budidaya bernilai ekonomi tinggi yang banyak dikembangkan di perairan Indonesia. Keberhasilan budidayanya sangat bergantung pada kesesuaian kondisi biofisik perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian perairan Pulau Nyamuk, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, sebagai lahan budidaya K. alvarezii menggunakan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengambilan data dilakukan pada September 2025 di empat stasiun yang tersebar di sisi utara, timur, selatan, dan barat pulau. Parameter yang diukur meliputi kecepatan arus, kedalaman, suhu, kecerahan, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), nitrat, dan fosfat. Analisis kesesuaian dilakukan melalui metode skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan arus 20–30 cm/detik, kedalaman 7–14 m, suhu 29,6–31,2°C, kecerahan 5,0–6,8 m, salinitas 34–35 ppt, pH 6,9–8,2, DO 5,7–8,2 mg/L, nitrat 0,0878–0,1502 mg/L, dan fosfat 0,2762–0,3762 mg/L. Analisis skoring menunjukkan Stasiun 1, 2, dan 4 termasuk kelas Sangat Sesuai (S1) dengan total skor 61, 64, dan 67, sementara Stasiun 3 termasuk kelas Sesuai (S2) dengan skor 55. Kandungan fosfat yang tinggi menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu eutrofikasi. Secara keseluruhan, perairan Pulau Nyamuk memiliki daya dukung ekologis yang baik untuk pengembangan budidaya K. alvarezii dengan metode longline.

Keywords: rumput laut; kesesuaian perairan; Kappaphycus alvarezii; Pulau Nyamuk; SIG

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-06 18:18:17

No citation recorded.