PENGENALAN BUDAYA MERANGKAI BUNGA ALA JEPANG (IKEBANA)

*Lina Rosliana  -  Jurusan Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini  -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Trahutami S.I.  -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Fajria Noviana  -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Received: 30 Nov 2017; Published: 5 Jan 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, dosen-dosen Program Studi S1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian kepada masyrakat dengan tema pengenalan budaya merangkai budaya ala Jepang (ikebana). Dilihat dari asal katanya, ikebana (生け花) berasal dari kata ikeru, adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga, rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. Ikebana berasal dari Jepang tetapi telah meluas ke seluruh dunia. Kata ikebana merupakan gabungan dari kata ‘ike’ yang berari ‘hidup’ atau ‘tumbuh’ dan kata ‘hana/ bana’ yang berarti ‘bunga’. Jadi, secara etimologi ikebana berarti ‘bunga hidup’. Secara populer, ikebana diterjemahkan sebagai ‘seni merangkai bunga’.Rangkaian bunga ikebana tidak hanya disusun oleh bunga saja. Daun, buah, rumput dan ranting juga menjadi unsur penting dalam ikebana. Bahkan plastik, kaca dan logam juga dipergunakan dalam ikebana kontemporer. Semua unsur-unsur tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan memperhatikan cara merangkai, ukuran, tekstur, volume, warna, jambangan, tempat dan waktu merangkai bunga tersebut sehingga dapat dihasilkan rangkaian bunga yang indah dan bernilai seni tinggi.

Kata kunci : budaya Jepang; ikebana; seni merangkai bunga

Article Metrics:

Last update: 2021-03-01 18:00:59

No citation recorded.

Last update: 2021-03-01 18:01:00

No citation recorded.