MANFAAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS FOLKLOR UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA

*Siswo Harsono -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 11 Dec 2018; Published: 22 Jan 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 177 46
Abstract

ABSTRAK

 

Pembelajaran bahasa Inggris dapat dilakukan dengan berbasis folklor. Pembelajaran bahasa Inggris berbasis folklor dapat digunakan untuk pengembangan pariwisata setempat. Hal ini telah dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada bulan Oktober-November 2018, yaitu kepada para siswa SMA Mardisiswa Semarang dengan menggunakan folklor Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran writing dan writing berbasis folklore Pekalongan. Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pembelajaran tesebut adalah peningkatan kompetensi menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris serta pemahaman terhadap folklor Pekalongan. Di samping itu, kegiatan tersebut bermanfaat untuk pengembangan pariwisata setempat di Pekalongan.

Kata kunci: Pembelajaran bahasa Inggris, folklor Pekalongan, pengembangan pariwisata.

 

ABSTRACT

 

Learning English can be done in various ways, including folklore based. Folklore-based English learning can be used for local tourism development. This has been done in community service activities in October-November 2018, namely to students of Mardisiswa Semarang High School using Pekalongan folklore. These activities include Pekalongan folklore learning writing and speaking. The benefits that can be obtained from these learning activities are improving writing and speaking competences in English as well as understanding Pekalongan folklore. In addition, these activities are beneficial for the development of local tourism in Pekalongan.

Keywords: English Learning, Pekalongan folklore, tourism development.

Article Metrics:

  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Asmarani, Ratna. “Penulisan Berbasis Folklor untuk Siswa SMK Jayawisata Semarang.” Harmoni. Vol. 2. No. 1. Juli 2018. Pp. 18-25.
  3. Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian Folklor. Yogyakarta: Media Pressindo, 2009.
  4. Harsono, Siswo. "Netlore Tourism in Pekalongan." Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies [Online], 2.3 (2018): 9-16. Web. 10 Dec. 2018.
  5. Hartono, Atrinawati. 2018. “Speaking Berbasis Folklor untuk Pengembangan Pariwisata.” Harmoni. Vol. 2. No. 1. Juli 2018. Pp. 31-36.
  6. Iordache, Carmen Maria and Popa, Roxana Maria “Cultural-Folklore Events-Promoters of the Cultural Tourism”. Journal of Tourism. no. 6. 2008, pp. 56-60.
  7. Media Jawa. “Legenda Ratu Pantai Utara Pulau Jawa—Pekalongan,”2 Juli 2013. .
  8. Pekalongan”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
  9. Pemerintah Kota Pekalongan. “Pantai Slamaran Indah.” 18 Juli 2011. .
  10. Satheesh, K.P. “Folklore Tourism: Possibilities”. International Journal of Applied Services Marketing Perspectives.Volume 4, Number 3, July – September’ 2015. pp. 1759-1761.
  11. Tim Cinta Pekalongan. “Inilah 5 Tradisi Syawalan di Pekalongan yang Sayang untuk Dilewatkan.” < https://www.cintapekalongan.com/inilah-5-tradisi-syawalan-di-pekalongan-yang-sayang-untuk-dilewatkan/>.
  12. Untiedt, Kenneth L., ed. Inside the Classroom (and Out): How We Learn through Folklore. Texas: University of North Texas Press, 2005. Print.