PELAYANAN PENDIDIKAN PENGHAYAT SAPTA DARMA DI SEKOLAH FORMAL: STUDI KASUS DI KUDUS

*Moh. Rosyid  -  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Jawa Tengah, Indonesia
Lina Kushidayati  -  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Jawa Tengah, Indonesia
Published: 30 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Artikel ini ditulis bertujuan mendeskripsikan upaya warga penghayat di Kudus dalam pemenuhan pelajaran penghayat di sekolah dan respon atas putusan Mahkamah Konstitusi No 97/PUU-XIV/2016. Data riset dengan wawancara, observasi, dan kajian literatur dengan analisis deskriptif kualitatif. Ada delapan penghayat di Kudus, yang mengubah kolom agama menjadi penghayat yakni Sapto Darma dan Sikep Samin. Dalihnya, mengubah khawatir pemakaman di makam umum desa ditolak. Ada pula, penghayat sebagai organisasi rohani, tak terkait status agama dalam KTP. Penghayat Sapta Darma yang anaknya di SMAN 1 Kudus belum mendapat pelajaran penghayat di kelas, meski tersedia guru penghayat. Hal ini akibat Kepala SMAN 1 Kudus belum memfasilitasi ruang kelas dalam pembelajaran, hanya materi pelajaran dari guru penghayat Pada Siswa Dan Ujian Dinilai Gurunya.
Keywords: Sapta Darma; Pendidikan Formal

Article Metrics:

  1. Agus, Bustanuddin. Agama Dalam Kehidupan Manusia Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006
  2. Budijanto, Oki Wahju. “PENGHORMATAN HAK ASASI MANUSIA BAGI PENGHAYAT KEPERCAYAAN DI KOTA BANDUNG.” Jurnal HAM 7, no. 1 (August 25, 2016): 35. https://doi.org/10.30641/ham.2016.7.35-44
  3. Damami, Mohammad. Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Pada Periode 1973-1983 Sebuah Sumbangan Pemahaman Tentang Proses Legalisasi Konstitusional Dalam Konteks Pluralitas Keberagamaan Di Indonesia. Jakarta: Balitbang dan Diklat Kemenag RI, 2011
  4. Dewi, Rizky Septiana. “Dinamika Perkembangan Komunitas Penghayat Kepercayaan Sapta Darma Di Desa Wonokromo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang Tahun 2000-2014.” Universitas Negeri Semarang, 2015
  5. Endraswara, Suwardi. Agama Jawa Ajaran, Amalan, Dan Asal-Usul Kejawen. Yogyakarta: Narasi, 2015
  6. ———. Mistik Kejawen Sinkretisme, Simbolisme, Dan Sufisme Dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta: Narasi, 2018
  7. Fahrurrozi, Muhammad. “Studi Tentang Pelaku Konversi Agama Dari Islam Ke Penghayat Sapta Darmadi Di Jemursari Surabaya.” UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019
  8. Ghazali, Adeng Muchtar. Antropologi Agama Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan, Dan Agama. Bandung: Alfabeta, 2011
  9. Kahmad, Dadang S. Sosiologi Agama. Bandung: Pustaka Setia, 2000
  10. Layungkuning, Bending. Sangkan Paraning Dumadi Orang Jawa Dan Rahasia Kematian. Yogyakarta: Narasi, 2018
  11. Mudzhar, M. Atho. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori Dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998
  12. Musman, Asti. Agama Ageming Aji Menelisik Akar Spiritualisme Jawa. Yogyakarta: Pustaka Jawi, 2017
  13. “No Title.” Kompas, 2016
  14. Pawenang, Sri. Wewarah Kerokhanian Sapta Darma Jilid I. Yogyakarta: Sekretariat Tuntunan Agung Unit Penerbitan, n.d
  15. “Penghayat Kepercayaan.” Ensiklopedi Nasiona Indonesia. PT Delta Pamungkas Jakarta, 2004
  16. Raho, Bernard. Agama Dalam Perspektif Sosiologi. Jakarta: Obor Indonesia, 2013
  17. Rofiq, Ahmad Choirul. “KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT HAK SIPIL PENGHAYAT KEPERCAYAAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERKEMBANGAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN DI PONOROGO.” Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam. Vol. 8, December 1, 2014. https://doi.org/10.21154/KODIFIKASIA.V8I1.785
  18. Rohmawati, Hanung Sito. “Kerokhanian Sapta Darma Dan Permasalahan Hak-Hak Sipil Penghayat Di Indonesia.” Jurnal Yaqzhan 6, no. 1 Juli (2020)
  19. Saraswati, Athaya, and Afrilia Sekar Dewanti. “Stereotip Terhadap Aliran Penghayat Sapta Dharma Dan Usaha Penganut Sapta Dharma Mengatasinya Melalui Konsep Diri.” Jurnal Audiens 1, no. 1 (March 11, 2020): 58–64. https://doi.org/10.18196/ja.1107
  20. Sofwan, Ridin. Menguak Seluk-Beluk Aliran Kebatinan (Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa). Semarang: Aneka Ilmu, 1999
  21. Stange, Paul. Politik Perhatian Rasa Dalam Kebudayaan Jawa. Terjemah. Yogyakarta: LKiS, 1998
  22. Subagya, Rahmat. Agama Asli Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan dan Yayasan Cipta Loka Caraka, 1981
  23. ———. Kepercayaan, Kebatinan, Kerohanian, Kejiwaan, Dan Agama. Yogyakarta: Kanisius, 1976
  24. Sukirno, Sukirno. “Politik Hukum Pengakuan Hak Atas Administrasi Kependudukan Bagi Penganut Penghayat Kepercayaan.” Administrative Law and Governance Journal 2, no. 2 (June 2, 2019): 268–81. https://doi.org/10.14710/alj.v2i2.268-281

Last update: 2021-03-03 15:48:39

No citation recorded.

Last update: 2021-03-03 15:48:43

No citation recorded.