skip to main content

Menegosiasikan Kekerabatan dengan Rasa Peduli: Analisis Wacana Kerabat dalam Film Shoplifters

Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Indonesia

Received: 15 Aug 2022; Revised: 11 Nov 2022; Accepted: 11 Nov 2022; Published: 9 Dec 2022.
Open Access Copyright (c) 2022 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Artikel ini fokus dalam mengkaji bagaimana sebenarnya hubungan kekerabatan dapat dinegosiasikan dengan rasa peduli. Dengan demikian artikel ini tidak melihat kekerabatan sebagai hasil dari pertalian darah dan pernikahan. Inilah yang penulis coba perdebatkan, rasa peduli tentu akan menjadi isu kunci jika kita melihat kekerabatan bukan sebagai struktur sosial yang langgeng, melainkan sebagai sebuah proses. Untuk itu, penulis menggunakan metode penelitian wacana kritis dari perspektif Norman Fairclough melalui tiga dimensi yaitu text, discourse practice, dan sociocultural practice, sehingga film Shoplifters karya Hirokazu Koreeda ini penulis posisikan sebagai sebuah teks dari praktik wacana yang menunjukan praktik sosiokultural dalam realitas masyarakat. Data dalam penelitian ini berupa adegan, khususnya pada penggunaan bahasa, baik di dalam dialog antar tokoh maupun dalam teks-teks yang beredar di sepanjang film ini. Kemudian data tersebut diolah dalam bentuk argumen teoritis untuk menggambarkan bagaimana sebenarnya manusia memaknai sebuah kekerabatan. Shoplifters menceritakan upaya orang-orang terbuang yang berusaha menambal kekurangan satu sama lain dengan menciptakan suatu lingkungan pengasuhan dalam ikatan bernama “keluarga”. Keluarga Shibata dalam film Shoplifters dengan segala identitas yang dilekatkan padanya berusaha mendobrak konstruksi normatif sistem kekerabatan. Kita kemudian akan dapat mengartikulasikan ulang arti hubungan kekerabatan dengan melihat bagaimana rasa peduli memberi manusia keleluasaan dalam menegosiasikan siapa yang bisa dianggap sebagai kerabat.
Fulltext View|Download
Keywords: kekerabatan; pertalian sosial; film Shoplifters; analisis wacana kritis

Article Metrics:

  1. Arief, Moh Zainol. (2016). Perlindungan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. Prosiding, 296–310. Universitas Wiraraja
  2. Boissevain, Jeremy. (1968). The Place of Non-Groups in the Social Sciences. Man, 3(4), 542–556
  3. Carsten, Janet. (1995). The Politics of Forgetting: Migration, Kinship and Memory on the Periphery of the Southeast Asian State. The Journal of the Royal Anthropological Institute, 1(2), 317–335
  4. Drotbohm, Heike & Erdmute Alber. (Eds). (2015). Anthropological perspectives on care: Work, kinship, and the life-course. New York: Palgrave Macmillan
  5. Fairclough, Norman. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. New York: Longman Publishing
  6. Fatimah, Bening Nurul. (2019). Mekanisme Pertahanan Ego Tokoh Nobuyo Shibata dalam Film Manbiki Kazoku (Shoplifters) Karya Hirokazu Koreeda. Skripsi. Universitas Indonesia
  7. Ihsani, Fahri. (2020). Gambaran Kemiskinan di Jepang dalam Film Manbiki Kazoku Karya Hirokazu Koreeda. Skripsi. Universitas Airlangga
  8. Janowski, Monica & Fiona Kerlogue. (Eds). (2007). Kinship and food in South East Asia. Copenhagen: Nias Press
  9. Liputan6.com. Kisah Getir Istri Bunuh Suami Setelah 22 Tahun Jadi Korban KDRT. https://www.liputan6.com/regional/read/3357785/kisah-getir-istri-bunuh-s uami-setelah-22-tahun-jadi-korban-kd rt. Diakses pada April 2022
  10. Makassar.terkini.id. Kejam! Anak ini Ditelantarkan 8 Tahun, Kemudian Disiksa, Dipukul Sapu hingga Martil, Netizen: Mamak Setan! https://makassar.terkini.id/kejam-ana k-ini-ditelantarkan-8-tahun-kemudian-disiksa-dipukul-sapu-hingga-martil-net izen-mamak-setan/. Diakses pada April 2022
  11. Malinowski, Bronislaw. (1930). 17. Kinship. Man, 30, 19–29
  12. Nippon.com. “Shoplifters”: A Family Tied by Crime and Money. https://www.nippo n.com/en/features/c03012/. Diakses pada November 2022
  13. Parkin, Robert & Linda Stone. (Eds). (2004). Kinship and family: An anthropological reader. Malden, MA: Blackwell Pub
  14. Paxton, Simon. (2019). Stealing and Healing in Downtown Tokyo: A review of Shoplifters. Electronical Journal of Contemporary Japanese Studies. 19(2)
  15. Permana, Rangga Saptya Mohamad, Lilis Puspitasari & Sri Seti Indriani. (2019). Strategi Promosi pada Tahapan Pra-Produksi film “Haji Asrama” (HAS). ProTVF, 2(2), 145–156
  16. Sahlins, Marshall. (2013). What kinship is-and is not. Chicago: University of Chicago Press
  17. Schneider, David Murray. (1980). American kinship: A cultural account. Chicago: University of Chicago Press
  18. Schrauwers, Albert. (1999). Negotiating Parentage: The Political Economy of “Kinship” in Central Sulawesi, Indonesia. American Ethnologist, 26(2), 310–323
  19. Sutorini, Maulia Putri, Muhammad Alif, & Sarwani. (2019). Semiotika Gender dalam Film Brave. ProTVF, 3(1), 101–112
  20. Wolf, Eric. (2001). Pathways of Power: Building an Anthropology of the Modern World. University of California Press
  21. Zhang, Songtao. (2012). Shoplifters: The Tale of an Anarchic Family. Film Criticism: Meadville. 42(3)

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-22 18:45:40

No citation recorded.