skip to main content

Moderasi Beragama dalam Film “?” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiologi SastraA DALAM FILM “?” KARYA HModerasi Beragama dalam Film “?” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiologi SastraANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

*Nunung Kusumawati  -  Department of Literature, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Nurdien Kistanto  -  Department of Literature, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Muhammad Suryadi  -  Department of Literature, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2023 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini fokus menganalis tentang bagaimana pesan moderasi beragama yang diungkap dalam film “?” karya Hanung Bramantyo. Moderasi beragama adalah solusi alternatif yang sekarang ini digalakkan oleh pemerintah untuk menjawab beragam tantangan isu pluralisme beragama di Indonesia. Untuk itu penulis menggunakan tinjauan sosiologi sastra dalam menganalisis penelitian ini. Data dalam penelitian ini adalah film “?” karya Hanung Bramantyo yang berupa adegan, penggunaan bahasa, baik di dalam dialog antar tokoh maupun dalam teks-teks yang beredar di sepanjang film ini yang berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Kemudian data tersebut diolah dalam bentuk argumen teoretis untuk menganalisis bagaimana pesan moderasi beragama tersampaikan dalam film tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah   teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pesan-pesan moderasi beragama dalam film “?.” Pesan-pesan tersebut adalah a) toleransi, b) anti kekerasan, c) penerimaan terhadap tradisi, d) komitmen kebangsaan. Keempat hal tersebut adalah sikap moderasi beragama sebagai penawar isu gejolak pluralisme beragama di Indonesia. Selain itu film ini terbukti memiliki kemampuan futuristik yang tinggi, yaitu istilah moderasi beragama baru muncul dan didengungkan oleh pemerintah pada tahun 2019 sedangkan film ini dirilis pada tahun 2011. Hal ini semakin menguatkan bahwa bahwa karya sastra selalu relevan sepanjang zaman karena mampu memotret kondisi sosial masyarakat di masa yang akan datang. 

Fulltext View|Download
Keywords: film; moderasi beragama; pluralism; kajian sosiologi sastra

Article Metrics:

  1. Faruk. (2010). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  2. Faridah, Ika Fatmawati. (2013). Toleransi Antarumat Beragama Masyarakat Perumahan, Jurnal Komunitas, Vol. 5 No. 1 . Semarang: Universitas Negeri Semarang
  3. Fitriani, Shofiah. (2020). Keberagaman dan Toleransi Antarumat Beragama. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 20 No. 2, 179-192. http://dx.doi.org/10.24042/ajsk.v20i2.5489 Purwokerto: Institut Agama Islam Negeri Purwokerto
  4. Gumelar, Estu. (2018). Analisis Resepsi Film Tanda Tanya. Jurnal Interaksi Online, Vol. 1 No. 1. Semarang: Universitas Diponegoro
  5. Khasanah, Hidayatul. (2016). Nilai Toleransi dalam Film Tanda Tanya Karya Hanung Bramantyo (Perspektif Pendidikan Islam). Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri: Purwokerto
  6. Kholil, Ahmad. (2007). Sufisme dalam Etika dan Tradisi Jawa, Jurnal El Harakah, Vol. 9 No. 7. Malang: Universitas Negeri Malang
  7. Lande, Janisa Pancawati. Konflik Agama dalam film Tanda tanya (Analisis Semiotika, (2014). Skripsi.Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Hasanudin : Makasar
  8. Pemerintah Kota Semarang, Arti Lambang, https://semarangkota.go.id/p/31/arti_lambang. Diakses pada 25 Oktober 2022 pukul 19.15 WIB
  9. Priyono. 2017, 20 Februari. Film TANDA TANYA full movie [video]. YouTube. youtube.com/watch?v=37q_mNdpZV8
  10. Qodir, Zuly. (2012). Peran Agama dan Negara dalam Memerangi Terorisme. Jurnal Orientasi Baru, Vol 21 No. 1, 93-108. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  11. Ratna, Nyoman Kutha. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  12. Rizky, Linda Miftakhul. (2019). Analisis Sosiologi Sastra Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) Karya Deddy Mizwar dan Hubungannya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni IKIP PGRI: Bojonegoro
  13. Rofiq, Ainur. (2019). Tradisi Slametan Jawa dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Attaqwa, Vol. 15, No. 2. Mojokerto: Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto
  14. Simarmata, Henry Thomas dkk. (2017). Indonesia Zamrud Toleransi. Jakarta Selatan: PSIK-Indonesia
  15. Suwarni, Fransiskus Visarlan & Atasoge, Anselmus D. (2021). Komitmen Kebangsaan Mahasiswa STP Reinha Melalui Ritual Keagamaan dalam Spirit AYD 2017, Jurnal Reinha, Vol. 12 No. 2. Larantuka: Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka
  16. Tim Penyusun Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta Pusat: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI
  17. Wellek, Rene dan Austin Warren. (2016). Teori Kesusastraan (Alih Bahasa oleh Melani Budianta). Jakarta: Gramedia
  18. Wikipedia. (2022) ? (film). https://id.wikipedia.org/wiki/Film Diakses pada tanggal 21 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-22 08:42:08

No citation recorded.