Kajian Temporal Indeks Pencemaran Akibat Pengaruh Limbah Domestik dan Pola Penyebarannya di Perairan Pantai Kartini, Jepara

*Tonny Bachtiar  -  Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Uswatun Khasanah  -  Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ocky Karna Radjasa  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Edi Suhartono  -  Program Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Hardiyanto  -  Jurusan Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Statistics: 204 216
Abstract

Penelitian ini dilakukan pada kondisi musim kemarau (Agustus 2003, monsun Timur), dan pada kondisi musim hujan (Maret 2004, kondisi monsun Barat), pada tiga kondisi lingkungan, yaitu: sungai dan muara Sungai Demaan, dan perairan pantai Kartini Jepara. Pengukuran beberapa parameter kualitas air dan pengambilan sampel air dilakukan pada 12 stasion. Dengan menggunakan metoda Indeks Pencemaran (pollution indexs) diketahui bahwa indeks pencemaran pada kondisi musim kemarau mempunyai nilai yang lebih tinggi dari pada kondisi musim hujan, baik di lingkungan sungai, muara, naupun perairan pantai. Kondisi lingkungan sungai pada kondisi musim kemarau mempunyai kriteria pencemaran cemar berat, dengan IP 11,48, pada kondisi musim hujan menjadi cemar ringan, dengan IP 4,49. Pada kondisi lingkungan muara saat musim kemarau, termasuk cemar sedang dengan IP 6,71, sedangkan pada kondisi musim hujan menjadi cemar ringan, dengan IP menjadi 3,11. Status mutu air di perairan pantai ke arah laut hingga stasiun kontrol termasuk dalam cemar ringan, baik pada kondisi musim kemarau maupun kondisi musim hujan. Secara umum pola penyebaran Indeks Pencemaran pada monsun Timur dan monsun Barat, mempunyai pola yang relatif tinggi di sekitar muara dan menurun dengan meningkatnya jarak dari muara, dan tersebar mengikuti dinamika
perairan ke Selatan, kemudian ke Baratdaya mengikuti bentuk pantai Teluk Kartini.

Kata kunci: indeks pencemaran, monsun, muara, perairan pantai, sungai


This research was conducted on the condition of dry season (August 2003, East monsoon), and the condition of wet season (March 2004, West monsoon), on three environmental conditions: river and river mouth of
Demaan River, and Kartini coastal waters, Jepara. Measurement of several water quality parameters and collecting of water samples was carried out at 12 stations. By using Pollution Index method, it could be recognized that pollution indexes (PI) in the river, river mouth, and coastal waters during dry season were higher than during wet season. In the river environment during dry season was heavy polluted with PI 11.48,
and during wet season became light polluted with PI 4.49. River mouth environment during dry season was fairly polluted with PI 6.71, and during wet season became light polluted with PI 3.11. The status water
quality of coastal water to the sea direction until control station was in light polluted, both in dry and wet seasons. In general, the pattern distribution of PI in East and West monsoon were relatively higher around the
river mouth and decreased with increasing of distance from the river mouth, and distributed by dynamic of waters to the South, and then to the Southwest went along the coast of Kartini Bay.

Key words: pollution index, monsoon, river mouth, coastal waters, river.

Article Metrics: