skip to main content

Biodiversitas Karang Batu (Scleractinia) di Perairan Kendari (Biodiversity of Corals (Scleractinian) at Kendari Waters)

Rikoh M Sirongoringo1, 2 Ratna D Palupi3Tri A Hadi1

1Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI, Jl. Pasir Putih 1, Ancol Timur, Jakarta 14430, Indonesia

2rikoh_ms@yahoo.com, Tel.: 08129984340, Indonesia

3Universitas Haluoleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari 93232, Indonesia

Published: .

Citation Format:
Abstract

Perairan Kendari merupakan bagian dari wilayah segitiga karang dunia atau lebih dikenal dengan kawasan Coral Triangle Initiative yang memiliki keragaman karang yang sangat tinggi. Daerah pesisir dan pulau-pulau kecil dilokasi ini mempunyai potensi yang sangat baik bagi kehidupan manusia, namun pada beberapa lokasi terdapat beberapa aktivitas penambangan di darat, yang mana sedikit banyak pasti berdampak bagi kehidupan ekosistem di daerah pantai. Pengamatan terhadap komunitas karang dilakukan di 5 stasiun dengan mengunakan metode transek garis (Line transect). Tujuan pengamatan untuk mengetahui Kondisi terumbu
karang, biodiversitas karang. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa secara umum kondisi karang masih dikategorikan baik dengan rerata persentase tutupan karang 60,25 % (SE 7,08). Persentase tutupan karang hidup mulai dari 42,90-82,60 %. Persentase karang tertinggi berada di Teluk Wawobatu (ST. 1) Sedangkan yang paling rendah yaitu di patch reef Tukalanggara, Gosong Timur (ST. 2). Keragaman karang tertinggi di Pulau Bahulu (ST. 4) walaupun sedimentasi dan pengaruh air tawar terlihat jelas, namun keragaman karang masih tinggi. Jumlah jenis karang baik dari hasil transek maupun koleksi bebas diperoleh 184 jenis karang batu yang masuk dalam 15 famili. Kondisi substrat dasar sangat mempengaruhi keberhasilan polyp karang untuk tumbuh dan berkembang menjadi karang dewasa.

Kata kunci: biodiversitas, karang bat, Perairan Kendari

Kendari Waters are well known as The Coral Triangle Region in which has great biodiversity of corals. The Coral regions and The small islands in this location possess good potential aspects for human beings, but on the other hand, in particular areas, there are some minning activities which more or less affect the life of marine ecosystem in coastal areas. The observation of coral communities was carried out at five sites utilizing LIT as the method. The aim of this research is to invesitgate the condition of coral reefs and coral biodiversityl. The result indicates generally the coral reef conditions are categorized in good condition, having avarage of the coral cover percentage up to 60,25% (SE 7,08). The coral cover percentage ranges from 42,90-82,60 %. The highest percentage belongs to Wawobatu bay (ST. 1), whereas The lowest belongs to patch reef Tukalanggara (ST. 2). The highest biodiversity belongs to Bahulu island (ST. 4) although the sedimentation and the impact of fresh water
still obviously occur. The number of corals observed from both LIT and free collection transects is 184 species divided into 15 families. The condition of the bottom substrate influences the success of coral polyps to grow and develop into adutl corals

Key words: biodiversity, stony coral and Kendari waters

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update: 2021-06-24 02:42:20

  1. Change in coral reef benthic communities in the Lembeh Strait and Likupang, North Sulawesi, Indonesia

    Tri Aryono Hadi, Jimmy Sihouka, Xiaofeng Shi, Agus Budiyanto, Suharsono. Acta Oceanologica Sinica, 37 (12), 2018. doi: 10.1007/s13131-018-1287-0

Last update: 2021-06-24 02:42:20

No citation recorded.