skip to main content

Fraksinasi Logam Berat Pb, Cd, Cu dan Zn dalam Sedimen dan Bioavailabilitasnya bagi Biota di Perairan Teluk Jakarta

Received: 3 Nov 2010; Published: 3 Nov 2010.

Citation Format:
Abstract

Kajian geokimia logam berat Pb, Cd, Cu dan Zn dalam sedimen telah dilakukan di Teluk Jakarta. Metoda Sequential Extraction Technique (SET) digunakan peneiitian ini dengan membagi geokimia logam dalam sedimen menjadi dua komponen yaitu resistant dan non-resistant. Komponen non-resistant tersusun atas fraksi EFLE (easily, freely leachable dan exchangeable), acid reducible dan oxidisable organic; sedangkan komponen resistant mempakan fraksi sedimenyang tidaklabil. Pengambilan sampel sedimen dilakukan di 14 stasiun di bagian barat dan tengah Teluk Jakarta, pada bulan Agustus Z007. Hasil peneiitian menunjukkan bahwa kisaran konsentrasi rata-rata logam Pb, Cd, Cu dan Zn dalam sedimen masing-masing 7,74—14,09; 0,044-0,076; 13.29-38,77dan 795.24-1200,62 μg g-1. Keempatlogam tersebut umumnya dalam fraksi non-resistant dengan fraksi oxidisable organicsebagai fraksi domlnan pada logam Pb (8.55 - 93.77 %), Cu (60.69 — 95.85 %) dan Zn (25.03— 73.91 %), sedangkan fraksi acid reducible merupakan fraksi yang dominan pada logam Cd (40.68 - 70.68 %). Persentaseyang tinggi dalam komponen non-resistant menggambarkanbahwa keempat logam tersebut sebagian besar berasal dari kegiatan manusia (antropogenik) dan memiliki potensl terserap oleh biota bentik.

 

Kata kuncl: Teluk Jakarta, geokimia, logam berat
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
Statistics:
Share:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-09-18 23:59:04

  1. Heavy metal content and spatial distribution to determine the water pollution index in depapre waters, Papua, Indonesia

    Hamuna B.. Current Applied Science and Technology, 21 (1), 2021.