Dampak Infeksi Ice-ice dan Epifit terhadap Pertumbuhan Eucheuma cottonii (Impact of Ice-ice Infection and Epiphyte to Eucheuma cottonii Growth)

*Apri Arisandi -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo, Jl. Raya Telang PO.BOX 2 Bangkalan, Madura, Indonesia. 69162, Indonesia
Akhmad Farid -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo, Jl. Raya Telang PO.BOX 2 Bangkalan, Madura, Indonesia. 69162, Indonesia
Eva Ari Wahyuni -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo, Jl. Raya Telang PO.BOX 2 Bangkalan, Madura, Indonesia. 69162, Indonesia
Siti Rokhmaniati -  Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Jl. Kalimas Baru 86 Surabaya, Indonesia., Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1686 1837
Abstract

Rumput laut, Eucheuma cottonii, merupakan salah satu produk kelautan yang memiliki nilai ekonomis penting. Budidaya rumput laut jenis ini merupakan usaha untuk memenuhi tingginya permintaan pasar. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah adanya infeksi ice-ice dan epifit. Perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi saat pergantian musim dapat memicu peningkatan kendala ini, sehingga dapat menyebabkan rendahnya pertumbuhan E. cottonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak infeksi ice-ice dan epifit, terhadap pertumbuhan E. cottonii di perairan laut Sumenep, Madura. Penelitian dilakukan menggunakan metode budidaya dalam rakit apung, thallus E.cottonii yang terinfeksi ice-ice dan epifit diamati berdasarkan tanda-tanda kelainan morfologi dan dihitung rata-rata pertumbuhan hariannya.  Hasil penelitian menunjukkan, jumlah thallus E. cottonii dalam rakit yang terinfeksi ice-ice dan epifit pada hari ke 30 mencapai 40,19-57,71%, dan meningkat menjadi 90,24-95,24% pada hari ke 60.  Infeksi ini menyebabkan rata-rata pertumbuhan harian E. cottonii pada hari ke 45 menurun hingga -3,76%, oleh karena itu E. cottonii yang telah terinfeksi harus segera dipanen.

Kata kunci: ice-ice, epifit, pertumbuhan, Eucheuma cottonii, rumput laut

Seaweed, Eucheuma cottonii, is one of marine products that have significant economic value. Development of seaweed cultivation is an attempt to meet the high market demand. One of the problems faced by seaweed cultivation is the presence of ice-ice and epiphytic infection. Unpredictable weather changes during the turn of seasons can lead to the increase of ice-ice and epiphytic infection, which in could cause the low growth of Eucheuma cottonii. This research aimed to determine the impact of ice-ice and epiphytes infection on the growth of E. cottonii in Sumenep, Madura Island. The research was conducted using floating raft method. Furthermore, from the infected E. cottonii thallus of ice-ice and epiphytic was observed by morphological abnormalities and calculated the average daily gain. The results showed that ice-ice and epiphytic infected of thallus in raft about 40.19-57.71% at day 30 and than increase to 90.24-95.24% at day 60. This infection caused the average daily gain of E. cottonii decreased until -3.76% at day 45. At this period the infected E. cottonii should be harvested immediately.

Keywords: ice-ice, ephypite, growth, Eucheuma cottonii, seaweed

 

Article Metrics: