Land Subsidence Affects Coastal Zone Vulnerability (Pengaruh Penurunan Tanah Terhadap Kerentanan Wilayah Pesisir)
DOI: https://doi.org/10.14710/ik.ijms.20.3.127-134
Abstract
Keywords: land subsidence, tidal inundation, vulnerability, coastal zones
Pesatnya perkembangan kota di daerah pesisir menyebabkan degradasi lingkungan secara cepat. Kerentanan wilayah pesisir sangat dipengaruhi oleh kenaikan permukaan laut, penurunan tanah, gelombang badai, transport sedimen, kebijakan sosial ekonomi dan manajemen pesisir. Penelitian ini meneliti faktor utama yang mempengaruhi kerentanan pesisir pada pengembangan kota pesisir di pantai utara Jawa. Dua faktor yang diamati dalam penelitian ini; pertama penurunan tanah diamati dengan metode geodetik dan leveling. Kedua, genangan rob diukur dengan survei lapangan dan pemetaan partisipatif. Model genangan rob dilakukan dengan menggunakan model spasial. Model kerentanan fisik dilakukan dengan scoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat penurunan tanah antara tahun 2003-2014 adalah -0.021 (0,0-0091) m.th-1. Genangan rob pada 2014 seluas 1.286,29 ha, dimana dampak tertinggi terjadi di area tambak (969,63 ha). Prediksi genangan rob pada 2031 akan menggenangi 1.786,76 ha, dimana genangan rob terbesar berada di area perumahan (646,85 ha). Kerentanan wilayah pesisir di wilayah penelitian dominan dipengaruhi oleh penurunan tanah, dan diklasifikasikan dalam kerentanan sedang. Penurunan tanah terjadi karena sebagian besar daerah penelitian terdiri dari unit morfologi dataran aluvial yang masih dalam proses konsolidasi. Kondisi penurunan tanah sangat mempengaruhi luasan genangan rob di masa depan.
Kata kunci: penurunan tanah, genangan rob, kerentanan, kawasan pesisir
Full Text:
PDF
Ilmu Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science published by Marine Science Department, Diponegoro University and Association of Indonesian Coastal Management Experts (HAPPI) under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.