Pengembangan Potensi Energi Alternatif Dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Di Kabupaten Kotawaringin Timur

*Yulian Mara Alkusma  -  Magister Ilmu Lingkungan Universtias Diponegoro, Indonesia
Hermawan Hermawan  -  Jurusan Teknik Elektro, FT UNDIP, Indonesia
H Hadiyanto  -  Jurusan Teknik Kimia FT UNDIP, Indonesia
Published: 17 Oct 2016.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Energi  memiliki  peranan penting dalam proses pembangunan yang pada akhirnya untuk mencapai tujuan sosial,  ekonomi  dan  lingkungan  untuk  serta  merupakan  pendukung bagi kegiatan  ekonomi  nasional. Sumber energi terbarukan yang berasal dari pemanfaatan biogas limbah cair kelapa sawit dapat menghasilkan energi listrik yang saat ini banyak bergantung pada generator diesel dengan biaya yang mahal.Limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) adalah limbah cair yang berminyak dan tidak beracun, berasal dari proses pengolahan minyak kelapa sawit, namun limbah cair tersebut dapat menyebabkan bencana lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dan dibuang di kolam terbuka karena akan melepaskan sejumlah besar gas metana dan gas berbahaya lainnya ke udara yang menyebabkan terjadinya emisi gas rumah kaca. Tingginya kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 50.000-70.000 mg/l dalam limbah cair kelapa sawit memberikan potensi untuk dapat di konversi menjadi listrik dengan menangkap biogas (gas metana) yang dihasilkan melalui serangkaian tahapan proses pemurnian. Di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat 36 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang total kapasitas pabriknya adalah sebesar 2.115 TBS/jam, menghasilkan limbah cair sebesar 1.269 ton limbah cari/jam dan mampu menghasilkan 42.300 m3 biogas.

Kata kunci:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, Methane.

 

ABSTRACT

Energy has an important role in the development process and ultimately to achieve the objectives of social, economic and environment for as well as an environmental support for national economic activity. Renewable energy source derived from wastewater biogas utilization of oil palm can produce electrical energy which is currently heavily dependent on diesel generators at a cost that mahal.Limbah liquid palm oil (Palm Oil Mill Effluent, or POME) is the wastewater that is greasy and non-toxic, derived from the processing of palm oil, but the liquid waste could cause environmental disaster if not used and disposed of in open ponds because it will release large amounts of methane and other harmful gases into the air that cause greenhouse gas emissions. The high content of Chemical Oxygen Demand (COD) of 50000-70000 mg / l in the liquid waste palm oil provides the potential to be converted into electricity by capturing the biogas (methane gas) produced through a series of stages of the purification process. In East Kotawaringin there are 36 palm oil processing factory that total factory capacity is of 2,115 TBS / hour, producing 1,269 tons of liquid waste wastewater / h and is capable of producing 42,300 m3 of biogas.

KeywordsRenewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, Methane

Cara sitasi: Alkusma, Y.M., Hermawan, dan Hadiyanto. (2016). Pengembangan Potensi Energi Alternatif dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),96-102, doi:10.14710/jil.14.2.96-102

Article Metrics:

Last update: 2021-02-24 00:52:21

  1. Study of Comparison between Covered Lagoon Method and Anaerobic Digester for POME Processing in Biogas Renewable Energy: A Review

    Yulianta Siregar, Eka Romaito, Suherman. 2020 4rd International Conference on Electrical, Telecommunication and Computer Engineering (ELTICOM), 2020. doi: 10.1109/ELTICOM50775.2020.9230508

Last update: 2021-02-24 00:52:22

  1. Study of Comparison between Covered Lagoon Method and Anaerobic Digester for POME Processing in Biogas Renewable Energy: A Review

    Yulianta Siregar, Eka Romaito, Suherman. 2020 4rd International Conference on Electrical, Telecommunication and Computer Engineering (ELTICOM), 2020. doi: 10.1109/ELTICOM50775.2020.9230508