skip to main content

Analisis Dampak Sosial Ekonomi Budaya Kegiatan Eksplorasi Panasbumi di WKP Baturraden (Studi Kasus di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas)

Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Received: 21 Feb 2021; Published: 28 Apr 2021.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract
Hadirnya energi panasbumi sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) rupanya bukan berarti hadir tanpa suatu dampak bagi lingkungan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak sosial-ekonomi-budaya yang terjadi dan merumuskan strategi pengelolaan lingkungan komponen sosial ekonomi budaya guna meminimasi dampak negatif dan mengoptimasi dampak positif dari kegiatan eksplorasi panasbumi WKP Baturraden di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial, yaitu dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan berupa analisis besar dampak serta analisis sifat dampak. Berdasarkan hasil pengolahan data secara kuantitatif tersebut, selanjutnya dianalisis secara kualitatif menggunakan matrik SWOT untuk perumusan strategi pengelolaan lingkungan komponen sosial ekonomi budaya. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang memiliki ketkaitan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil analis yang dilakukan dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa dampak yang terjadi atas kegiatan eksplorasi panasbumi di WKP Baturraden bervariasi, dari yang tidak menimbulkan dampak hingga berdampak sangat besar. Sedangkan berdasarkan sifat dampaknya terdapat dampak yang cukup penting hingga sangat penting. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 dampak dengan bobot besar dampak dan sifat dampak tertinggi, yaitu penurunan kenyamanan masyarakat dan perubahan persepsi masyarakat. Dengan kondisi tersebut, meninjau tingkat urgensi kegiatan eksplorasi panasbumi dalam rangka pengupayaan energi baru terbarukan maka strategi pengelolaan lingkungan yang paling tepat pada komponen sosial ekonomi budaya berdasar analisis SWOT adalah menggunakan strategi devensif yang memadukan antara kekuatan internal dengan peluang eksternal dan strategi diversifikasi yang memadukan antara kekuatan internal dengan ancaman eksternal.
Fulltext View|Download
Keywords: Lingkungan, Analisis dampak, Dampak sosial ekonomi budaya, Eksplorasi panasbumi, Energi terbarukan
Funding: Universitas Jenderal Soedirman

Article Metrics:

  1. Abdillah, R., Hariani, D., Rihandoyo. 2014. Analisis Strategi Pengelolaan Sampah di Kota Semarang. Public Policy and Management Review Vol. 3. Hal. 1-10
  2. Badan Pengkaji Dampak Lingkungan. 1996. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 299 Tahun 1996 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Jakarta
  3. Badan Pusat Statistik. 2020. Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2020. Banyumas
  4. Badan Pusat Statistik. 2020. Kecamatan Cilongok Dalam Angka 2020. Banyumas
  5. Campolieti, M. 2014. A New Look at Variation in Employment Growth in Canada: The Role of Industry, Provincial, National and External Factors. Economic Dynamics and Control. Vol. 41. Pages 257-275
  6. Cresswell, J. W. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif da Mixed. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
  7. Fahmi, M. I. 2017. Tolak Pembangkit Listrik Panas Bumi, Masa Duduki Gedung DPRD Banyumas
  8. Fandeli, C. 2013. Metodologi Analisis Dampak Lingkungan. Institut Teknologi Yogyakarta Press. Yogyakarta
  9. Hernawan, Y. Musafa, Dewi, S. W. K. 2020. Pengembangan Strategi Bisnis Menggunakan Analisis SWOT di Perkebunan Kopi Palasari Kabupaten Bandung. Business Innovation & Enterpreneurship. Vol. 2. Hal. 54-60
  10. Ibrahim, Ali. 2018. Sungai Prukut Keruh, Ratusan Ikan Warga Mati
  11. Johnson, B. Christensen, L. 2012. Educational ResearchL Quantitative, Qualitative and Mixed Approches. SAGE Publications. California
  12. Kementrian Energi dan Sumber daya Mineral. 2010. Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi di Daerah Baturraden, Kabupatn Banyumas, Kabupaten Tgal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Jakarta
  13. Kolcaba, K. 2003. Comfort Theory and Practice: Vision For Holistic Health Care and Research. Springer Publishing. New York
  14. Muslihudin, M. Rosyadi, S. Santoso, J. 2019. Sustainable Traditional Gold-Mining Management in Banyumas, Central Java, Indonesia, International Journal of Conservation Science Vol. 10 No. 1. Pages 147-156
  15. Muslihudin, M. Santosa, I. Setyoko, P.I. Bahtiar, RA. Local Government’s Role And Policy On Illegal Mining (Case Study of Gold Mining in Banyumas Indonesia), American Journal of Humanities and Social Science Research (AJHSSR) Vol. 4 No. 2, Pages 275-282
  16. Nafiri, F. 2010. Studi Pengaruh Pembangunan PLTP Baturaden 220 MW di Gunung Slamet Terhadap Tarif Listrik Regional Jawa Tengah. Institut Teknologi Surabaya. Surabaya
  17. Oktaviani, M. A. Notobroto, H. B. 2014. Perbandingan Tingkat Konsisteni Normalitas Distribusi Metode Kolmogorov-Smirnov, Lilliefors, Shapiro-Wilk, dan Skewness-Kurtosis. Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 3. Pages 127-135
  18. Pratiwi, C. A., Gunawan, D. S., Istiqomah. 2018. Analisis Ekonomi Usaha Tani Padi dan Kelayakan Rumah Tangga Tani di Desa Sambeng Kulon Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. JSEP No. 11. Hal. 33-45
  19. PT Sejahtera Alam Energi, 2016. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL) Perubahan Rencana Kegiatan Eksplorasi Panas Bumi di Wilayah Kerja Baturraden
  20. Priyadi, S. 2007. Cablaka Sebagai Inti Model Karakter Manusia Banyumas. Diksi No. 14. Hal. 11-18
  21. Purnomo, B.J. Pichler, T. 2014. Geothermal System on The Island of Java, Indonesia. Journal of Vulcanology and Geotermal Research Vol. 285. Pages 47-59
  22. Ramadhan, M. F. 2018. Tipologi Situs Megalitik di Lereng Selatan Gunung Slamet: Kajian Keruangan Berdasarkan Satuan Medan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  23. Ramadhan, M. K. 2015. Implementasi Keterlibatan Masyarakat Dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Universitas Negeri Semarang. Semarang
  24. Rangkuti, F. 2015. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
  25. Suhardi, I. 2013. Budaya Banyumasan Tak Sekedar Dialek (Representasi Budaya Banyumas Dalam Prosa Karya Ahmad Tohari). Wacana Etnik No. 4. Hal. 37-46
  26. Sulistiani, D. 2014. Analisis SWOT Sebagai Strategi Perusahaan Dalam Memenangkan Persaingan Bisnis. UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang
  27. Sunanto. 2008. Peran Serta Masyarakat Dalam Pencegahan dan Penanggulanagan Kebakaran Lahan. Universitas Diponegoro. Semarang
  28. Tangkilasan, H. 2003. Manajemen Modern Untuk Sektor Publik. Balairung & CO. Yogyakarta
  29. Yakin, Sumadi Kamarol. 2017. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Sebagai Instrumen Pencegahan Pencemaran dan Perusakan Lingkungan. Badamai Law No. 1. Hal. 113-132

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-24 23:03:28

No citation recorded.