skip to main content

Dampak Kegiatan Integrasi Pegaraman Terhadap Kegiatan Pegaraman di Kabupaten Pamekasan

1Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan, Universitas Brawijaya, Jl. Mayjen Haryono 169 Malang , Indonesia

2Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl. Medan Merdeka Timur no.16 Jakarta, Indonesia

3Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan, Universitas Brawijaya, Indonesia

Received: 13 Apr 2022; Revised: 3 Oct 2022; Accepted: 6 Oct 2022; Available online: 3 Jan 2023; Published: 9 Jan 2023.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Kuantitas dan kualitas garam menjadi permasalahan utama yang dihadapi pegaraman di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan Integrasi Pegaraman, menganalisa peningkatan produktivitas garam sebagai dampak implementasi kegiatan Integrasi Pegaraman, dan menganalisa dampak sosial dan ekonomi dalam penerapan kegiatan Integrasi Pegaraman di kabupaten Pamekasan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Padelegan kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan pada bulan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data melalui wawancara terhadap pihak petambak, pendamping program PUGaR kabupaten Pamekasan dan Dinas Perikanan kabupaten Pamekasan. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder yang diolah secara kuantitatif. Data primer didapatkan melalui survei dan wawancara terhadap petambak garam dan pendamping PUGaR, sedangkan data sekunder didapat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Integrasi Pegaraman melakukan penyatuan sistem produksi dari beberapa lahan dalam satu kawasan yang berdekatan yang dilakukan pengelolaan menggunakan standart operasional prosedur (SOP) yang ada. Setelah dilakukan kegiatan Integrasi Pegaraman, terdapat kenaikan produktivitas sampai 100% dari sebelum dilakukan Integrasi Pegaraman. Selain peningkatan produktivitas, terdapat perbedaan kualitas garam dari yang semula berwarna putih kecoklatan dengan kandungan NaCl berkisar antara 85-90%, setelah dilakukan kegiatan Integrasi Pegaraman, garam menjadi berwarna putih bersih dengan kandungan NaCl minimal 90% dan maksimal bisa mencapai 97% dengan tekstur garam sangat padat tidak mudah rapuh dan berbentuk tak beraturan. Kegiatan Integrasi Pegaraman ini memberikan dampak sosial berupa perubahan menjadi berpola pikir kohesif. Selain itu dengan adanya kenaikan produktivitas dan kualitas, terjadi dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan petambak garam.
Fulltext View|Download
Keywords: garam, integrasi, pamekasan, pegaraman

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-25 04:06:07

No citation recorded.