1Program Studi Agroteknologi, Indonesia
2Fakultas Pertanian dan Peternakan, Indonesia
3Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia
4 Jalan HR Soebrantas No 155 KM 15 Kecamatan Tuah Madani, Indonesia
5 Pekanbaru-Riau, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL70199, author = {Irwan Taslapratama and Ghea Dwiflorenti and Ahmad Darmawi}, title = {Penyerapan Logam Hg pada Helianthus Annus L. dan Sansevieria Trifasciata dengan Variasi Penambahan Bahan Organik}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {23}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {fitoremediasi; Helianthus annus L.; Sansevieria trifasciata; hiperakumulator; Hg}, abstract = { Aktivitas Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Singingi Hilir, Riau, memicu akumulasi merkuri (Hg) tanah sebesar 0,788 mg/kg, melebihi ambang batas PP No. 22 Tahun 2021 (0,3 mg/kg). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fitoremediasi menggunakan bunga matahari ( Helianthus annuus L. ) dan lidah mertua ( Sansevieria trifasciata ) dengan bantuan amandemen biochar dan kompos melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 28 hari, konsentrasi Hg tereduksi signifikan menjadi 0,188–0,267 mg/kg, memenuhi standar baku mutu lingkungan. Kedua spesies terklasifikasi sebagai hiperakumulator sejati (BCF > 1). Helianthus annuus L. menunjukkan fitoekstraksi paling agresif dengan BCF tertinggi 11,71 dan akumulasi akar 2,3759 mg/kg pada perlakuan biochar. Sementara itu, Sansevieria trifasciata mencapai efisiensi tertinggi (BCF 6,15) dengan bantuan kompos. Keberhasilan serapan logam didorong oleh penurunan pH tanah (6,45–6,91) di area rizosfer yang meningkatkan bioavailabilitas Hg. Sinergi antara tanaman hiperakumulator dan amandemen organik terbukti menjadi solusi berbasis alam ( nature-based solution ) yang sangat potensial untuk pemulihan berkelanjutan lahan pasca tambang yang terkontaminasi logam berat. }, pages = {1574--1582} doi = {10.14710/jil.23.6.1574-1582}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70199} }
Refworks Citation Data :
Aktivitas Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Singingi Hilir, Riau, memicu akumulasi merkuri (Hg) tanah sebesar 0,788 mg/kg, melebihi ambang batas PP No. 22 Tahun 2021 (0,3 mg/kg). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fitoremediasi menggunakan bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dengan bantuan amandemen biochar dan kompos melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 28 hari, konsentrasi Hg tereduksi signifikan menjadi 0,188–0,267 mg/kg, memenuhi standar baku mutu lingkungan. Kedua spesies terklasifikasi sebagai hiperakumulator sejati (BCF > 1). Helianthus annuus L. menunjukkan fitoekstraksi paling agresif dengan BCF tertinggi 11,71 dan akumulasi akar 2,3759 mg/kg pada perlakuan biochar. Sementara itu, Sansevieria trifasciata mencapai efisiensi tertinggi (BCF 6,15) dengan bantuan kompos. Keberhasilan serapan logam didorong oleh penurunan pH tanah (6,45–6,91) di area rizosfer yang meningkatkan bioavailabilitas Hg. Sinergi antara tanaman hiperakumulator dan amandemen organik terbukti menjadi solusi berbasis alam (nature-based solution) yang sangat potensial untuk pemulihan berkelanjutan lahan pasca tambang yang terkontaminasi logam berat.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-10 20:29:04
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.