1Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Pendidikan Nasional, , Indonesia
2Jl. Bedugul No.39, Sidakarya, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Indonesia, Indonesia
3Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
4 Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL72573, author = {Ni Suprianingsih and I Wayan Adnyana and I Gusti Putra}, title = {Klasifikasi Kemampuan Lahan sebagai Dasar Arahan Penggunaan Daerah Aliran Sungai Pakerisan Provinsi Bali}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Kemampuan Lahan; Perencanaan Penggunaan Lahan; DAS Pakerisan; Konservasi Tanah; Pengelolaan DAS}, abstract = {DAS Pakerisan memiliki kerentanan terhadap degradasi lingkungan akibat keberadaan lahan kritis dan agak kritis. Dengan demikian, penelitian mengenai analisis kelas kemampuan lahan menjadi penting sebagai dasar perencanaan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan klasifikasi terhadap kelas kemampuan lahan serta menyusun arahan pemanfaatan yang sesuai untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan Land Capability Classification (LCC) melalui analisis spasial yang mempertimbangkan faktor kemiringan lereng, tekstur tanah, serta tutupan lahan. Proses klasifikasi juga memperhatikan faktor pembatas utama berupa kerentanan erosi yang menjadi karakteristik di DAS Pakerisan. Hasil analisis menunjukkan bahwa klasifikasi kemampuan lahan di wilayah DAS Pakerisan terbagi menjadi enam kelas berbeda. Unit lahan kelas I seluas 1.020,77 ha (11,32%), kelas II 463,59 ha (5,14%), kelas III 995,87 ha (11,05%), kelas IV 2.338,71 ha (25,94%), kelas VI 2.060,62 ha (22,86%), dan kelas VII 2.135,31 ha (23,69%). Arahan penggunaan lahan yang dihasilkan meliputi hutan lindung 137,42 ha (1,52%), kawasan lindung 1.199,69 ha (13,31%), budidaya tanaman tahunan 2.027,62 ha (22,49%), budidaya tanaman semusim 1.355,24 ha (15,03%), serta kawasan penyangga 4.294,97 ha (47,64%). Kelas IV merupakan kelas paling dominan, sedangkan kawasan penyangga menjadi bentuk arahan penggunaan terbesar. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan terpadu melalui konservasi biofisik dan keterlibatan sosial-ekonomi masyarakat guna mendukung keberlanjutan DAS.}, pages = {72--79} doi = {10.14710/jil.24.1.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72573} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-11 12:59:52
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.