skip to main content

Klasifikasi Kemampuan Lahan sebagai Dasar Arahan Penggunaan Daerah Aliran Sungai Pakerisan Provinsi Bali

1Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Pendidikan Nasional, , Indonesia

2Jl. Bedugul No.39, Sidakarya, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Indonesia, Indonesia

3Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

4 Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia

View all affiliations
Received: 11 Feb 2026; Revised: 6 Apr 2026; Accepted: 8 May 2026; Available online: 24 May 2026; Published: 11 Jun 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
DAS Pakerisan memiliki kerentanan terhadap degradasi lingkungan akibat keberadaan lahan kritis dan agak kritis. Dengan demikian, penelitian mengenai analisis kelas kemampuan lahan menjadi penting sebagai dasar perencanaan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan klasifikasi terhadap kelas kemampuan lahan serta menyusun arahan pemanfaatan yang sesuai untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan Land Capability Classification (LCC) melalui analisis spasial yang mempertimbangkan faktor kemiringan lereng, tekstur tanah, serta tutupan lahan. Proses klasifikasi juga memperhatikan faktor pembatas utama berupa kerentanan erosi yang menjadi karakteristik di DAS Pakerisan. Hasil analisis menunjukkan bahwa klasifikasi kemampuan lahan di wilayah DAS Pakerisan terbagi menjadi enam kelas berbeda. Unit lahan kelas I seluas 1.020,77 ha (11,32%), kelas II 463,59 ha (5,14%), kelas III 995,87 ha (11,05%), kelas IV 2.338,71 ha (25,94%), kelas VI 2.060,62 ha (22,86%), dan kelas VII 2.135,31 ha (23,69%). Arahan penggunaan lahan yang dihasilkan meliputi hutan lindung 137,42 ha (1,52%), kawasan lindung 1.199,69 ha (13,31%), budidaya tanaman tahunan 2.027,62 ha (22,49%), budidaya tanaman semusim 1.355,24 ha (15,03%), serta kawasan penyangga 4.294,97 ha (47,64%). Kelas IV merupakan kelas paling dominan, sedangkan kawasan penyangga menjadi bentuk arahan penggunaan terbesar. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan terpadu melalui konservasi biofisik dan keterlibatan sosial-ekonomi masyarakat guna mendukung keberlanjutan DAS.
Keywords: Kemampuan Lahan; Perencanaan Penggunaan Lahan; DAS Pakerisan; Konservasi Tanah; Pengelolaan DAS

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-11 12:59:52

No citation recorded.