1Universitas Palangka Raya, Jl.Yos Sudarso, Palangka Raya, Indonesia, Indonesia
2Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Palangka Raya, Indonesia
3Jurusan Kehutanan, Universitas Palangka Raya, Indonesia, Indonesia
4 Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial, Universitas Lambung Mangkurat,, Indonesia
5 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Pulang Pisau, Indonesia
6 KPH Kotawaringin Barat, Dinas Kehutanan, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL73281, author = {Petrisly Perkasa and Herwin Sutrisno and Theresia Susi and Yusuf Aguswan and Syam'ani Syam'ani and Muhammad Firdaus and Eldy Purnawan}, title = {Transformasi Ruang dan Lingkungan: Prediksi Tutupan Lahan di Kawasan Urban Kota Palangka Raya}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Prediksi Tutupan Lahan; Urbanisasi Spasial; Tata Ruang Adaptif; Alih Fungsi Lahan; Tata Guna Lahan Berkelanjutan}, abstract = { Perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi merupakan tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan karena berpotensi menurunkan kualitas ekosistem dan meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan periode 2017–2024 serta memprediksi kondisi tutupan lahan tahun 2031 di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan citra resolusi tinggi Planet Labs yang dikombinasikan dengan model prediksi spasial MOLUSCE (Modules for Land Use Change Evaluation) untuk mendukung perencanaan tata ruang berbasis data spasial pada kawasan urban yang berkembang pesat. Prediksi dilakukan menggunakan pendekatan Markov Chain dan Cellular Automata (CA) dengan mempertimbangkan faktor pendorong perubahan lahan berupa topografi, jaringan jalan, sungai, pusat pemerintahan, dan sebaran bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode 2017–2024 terjadi peningkatan luas hutan dan lahan terbangun, sementara lahan semak, lahan terbuka, dan badan air mengalami penurunan. Prediksi tahun 2031 mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kawasan terbangun yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kawasan hutan, lahan terbuka, dan ekosistem perairan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang baik dengan nilai overall correctness sebesar 82,97% dan Kappa Overall sebesar 0,74841, sehingga mampu merepresentasikan dinamika perubahan tutupan lahan secara kuantitatif maupun spasial. Temuan penelitian menegaskan pentingnya pengendalian urbanisasi, perlindungan kawasan hijau, dan konservasi sumber daya air dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Informasi spasial prediktif yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Kota Palangka Raya. }, pages = {328--340} doi = {10.14710/jil.24.2.328-340}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73281} }
Refworks Citation Data :
Perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi merupakan tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan karena berpotensi menurunkan kualitas ekosistem dan meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan periode 2017–2024 serta memprediksi kondisi tutupan lahan tahun 2031 di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan citra resolusi tinggi Planet Labs yang dikombinasikan dengan model prediksi spasial MOLUSCE (Modules for Land Use Change Evaluation) untuk mendukung perencanaan tata ruang berbasis data spasial pada kawasan urban yang berkembang pesat. Prediksi dilakukan menggunakan pendekatan Markov Chain dan Cellular Automata (CA) dengan mempertimbangkan faktor pendorong perubahan lahan berupa topografi, jaringan jalan, sungai, pusat pemerintahan, dan sebaran bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode 2017–2024 terjadi peningkatan luas hutan dan lahan terbangun, sementara lahan semak, lahan terbuka, dan badan air mengalami penurunan. Prediksi tahun 2031 mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kawasan terbangun yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kawasan hutan, lahan terbuka, dan ekosistem perairan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang baik dengan nilai overall correctness sebesar 82,97% dan Kappa Overall sebesar 0,74841, sehingga mampu merepresentasikan dinamika perubahan tutupan lahan secara kuantitatif maupun spasial. Temuan penelitian menegaskan pentingnya pengendalian urbanisasi, perlindungan kawasan hijau, dan konservasi sumber daya air dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Informasi spasial prediktif yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Kota Palangka Raya.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-07-18 02:55:26
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.